SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mendorong pengembangan potensi wisata bahari Pulau Miang. Kawasan tersebut dinilai memiliki daya tarik laut yang besar untuk dikembangkan. Keindahan pesisir, bawah laut, hingga keberadaan hiu tutul menjadi potensi unggulan.
Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal mengatakan perhatian terhadap wisata bahari perlu ditingkatkan. Promosi Pulau Miang dapat menjadi bagian penguatan pariwisata pesisir Kaltim.
“Kami ingin mengangkat potensi bahari Pulau Miang agar semakin dikenal wisatawan luas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
Faisal menyebut selama ini pengembangan pariwisata Kaltim banyak menonjolkan sungai dan budaya. Karena itu, pihaknya mulai memberikan perhatian lebih terhadap destinasi wisata bahari. Pulau-pulau dengan panorama laut indah dinilai layak mendapatkan promosi lebih luas.
“Pulau Miang punya keindahan laut yang sangat layak untuk dipromosikan,” katanya.

Promosi tersebut salah satunya dilakukan melalui momentum perayaan kemerdekaan pada Agustus lalu. Faisal mengakui pemilihan itu memiliki tantangan karena kondisi gelombang cukup tinggi.
Namun, momentum tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan Pulau Miang kepada masyarakat luas. Kegiatan itu kemudian mendapat perhatian publik hingga menjangkau pemberitaan nasional secara daring.
Selain Pulau Miang, Dispar Kaltim juga ingin mengenalkan potensi bawah laut kawasan tersebut. Kondisi bawah laut Pulau Miang ternyata memiliki keindahan tersendiri. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata selam bagi pengunjung.
“Bawah lautnya ternyata bagus dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ujarnya.
Potensi lainnya adalah keberadaan hiu tutul yang ditemukan pada sejumlah titik kawasan. Faisal menyebut tim survei menemukan sekitar enam hingga tujuh ekor hiu tutul.
Keberadaan satwa tersebut dinilai menjadi daya tarik wisata yang tergolong langka. Selain Pulau Miang, kawasan Talisayan juga telah dikenal memiliki keberadaan hiu tutul.
“Kami menemukan beberapa hiu tutul saat melakukan survei di kawasan tersebut,” katanya.
Dispar Kaltim kini mempelajari pola kemunculan hiu tutul agar wisatawan dapat melihatnya. Kemunculan hiu tutul disebut sangat bergantung terhadap kondisi perairan dan keberadaan ikan.
Kondisi tersebut membuat keberadaan hiu tutul tidak selalu dapat dipastikan setiap waktu. Faisal menilai potensi tersebut tetap menarik karena memberikan pengalaman wisata berbeda.
“Potensi hiu tutul ini sangat menarik untuk dikembangkan sebagai wisata unggulan,” ujarnya.
Selain Pulau Miang, sejumlah destinasi pesisir Berau juga memiliki panorama yang menarik. Faisal menyebut Kaniungan, Teluk Sulaiman, dan Teluk Sumbang memiliki daya tarik tersendiri.
Namun, sejumlah destinasi tersebut masih menghadapi persoalan akses yang cukup jauh. Kondisi akses membuat wisatawan membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai lokasi.
Karena itu, diperlukan pengalaman wisata yang mampu mengimbangi perjalanan menuju destinasi. Faisal berharap keindahan kawasan dapat membuat wisatawan merasa perjalanan panjang tetap sepadan. Pengembangan tersebut dinilai membutuhkan konsep wisata yang mampu memberikan pengalaman berkesan.
“Kami perlu membuat pengalaman wisata yang sepadan dengan perjalanan panjang tersebut,” kata Faisal.
