PENAJAM – Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun meluncurkan 28 Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) pada puncak Festival Harmoni Budaya Nusantara (FHBN), Jumat (6/9/2024).
Peluncuran ini sebagai upaya pemerintah kabupaten untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan pelajar.
Acara dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK, Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek, Asisten Deputi Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Kemenpan-RB, dan Asisten Deputi Koordinasi Memperteguh Kebhinnekaan Kemenko Polhukam.
Festival ini melibatkan pawai yang diikuti 700 peserta, mulai pelajar, pemuda, hingga masyarakat umum dan diiringi oleh penampilan marching band dari SMP Negeri 5 PPU.
Makmur Marbun mengatakan, Pemkab PPU menerapkan lebih awal program SLP dari kabupaten/kota lain di Kaltim sebagai bentuk persiapan pembentukan karakter generasi muda dalam menghadapi gempuran perubahan setelah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah PPU.
“Kita bentuk untuk karakter generasi muda memahami nilai-nilai Pancasila, terutama menjaga kebudayaan apalagi kita akan menghadapi IKN yang baru,” ungkapnya.
Dikatakan, SLP ini merupakan yang pertama di Indonesia. Menurutnya, hal ini penting sebagai penguatan karakter generasi muda, khususnya anak sekolah, sangat diperlukan agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas.
“Ini merupakan penguatan karakter sejak dini untuk menjaga anak-anak agar tidak terjerumus kepada perbuatan yang menyimpang,” ucapnya.
Ia menambahkan, SLP akan mengajarkan materi mengenai nilai-nilai Pancasila dan menjadi sekolah percontohan bagi sekolah lain. (Adv/A).
