KUTAI BARAT – Menjelang Hari Raya Iduladha, para peternak hewan qurban di Kampung Bangun Sari, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat mulai melakukan persiapan penjualan sapi dan kambing untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Salah satu peternak, Sutimen, mengatakan tahun ini dirinya menyiapkan sebanyak 20 ekor sapi qurban. Namun, dari jumlah tersebut satu ekor telah terjual dan tiga ekor lainnya tidak dipasarkan karena dipelihara kembali.
“Saat ini tersisa 16 ekor sapi yang siap dijual,” ujar Sutimen, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, sapi-sapi tersebut didatangkan dari Samarinda dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan sebelum dikirim ke lokasi peternakan di Linggang Bigung.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan kembali akan dilakukan apabila ada pengecekan dari dinas terkait maupun tim medis setempat.
“Pastinya dari Samarinda sudah dicek dokter hewan. Di sini nanti juga tetap diperiksa lagi kalau ada pemeriksaan dari dinas terkait maupun tim medis,” katanya.
Sutimen menyebut harga sapi qurban tahun ini berkisar antara Rp24 juta hingga Rp26 juta per ekor, tergantung bobot badan hewan serta biaya pengantaran ke lokasi pembeli.
“Biasanya harga tergantung berat badan sapi, nanti ditambah biaya jalan dan ongkos antar ke rumah,” jelasnya.
Selain sapi, peternakan miliknya juga menyediakan kambing untuk kebutuhan qurban maupun keperluan ternak lainnya.
Meningkatnya permintaan hewan qurban menjelang Iduladha membuat para peternak mulai mempersiapkan stok lebih awal agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
