SAMARINDA – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur berkomitmen memperkuat pembinaan atlet melalui pembentukan akademi atau sekolah catur. Program tersebut menjadi salah satu prioritas kepengurusan periode 2026–2030 guna mencetak pecatur muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Ketua Pengprov Percasi Kaltim, H. Akhmed Reza Fachlevi, mengatakan pembentukan sekolah catur merupakan bagian dari program strategis yang telah disiapkan setelah dirinya kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk periode berikutnya.
Menurut Reza, konsep akademi catur telah disusun dan lokasi pembinaan juga telah tersedia. Kehadiran akademi diharapkan menjadi pusat pembinaan berkelanjutan bagi atlet-atlet muda potensial di Kalimantan Timur.
“Kami sudah menyusun program-program, salah satunya bagaimana ke depan Percasi Kalimantan Timur memiliki sekolah catur yang sudah kami buat skemanya dan juga tempatnya sudah ada. Bagaimana potensi para pecatur muda atau bibit-bibit generasi yang akan datang bisa kita latih secara berkelanjutan agar mereka lebih fokus dan mampu meningkatkan prestasi ke depannya,” kata Reza, Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, akademi catur tersebut akan menjadi wadah pembinaan yang terstruktur, mulai dari pencarian bakat usia dini hingga persiapan atlet menuju kompetisi tingkat nasional.
“Dengan sistem pembinaan yang terarah, kami yakin regenerasi atlet dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.
Rencana pembentukan akademi catur mendapat dukungan dari Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen Percasi dalam membangun pembinaan atlet secara mandiri dan berkelanjutan.
“Saya minta pembinaan usia dini terus dilanjutkan melalui kejuaraan-kejuaraan. Tadi juga sudah disampaikan akan membentuk rumah catur atau akademi catur. Itu adalah langkah yang terbaik. Ternyata Pengprov melakukan inisiasi yang baik untuk pembinaan atlet-atlet ke depan,” katanya.
Rasman berharap pembinaan tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi, tetapi juga diperkuat oleh pengurus kabupaten dan kota melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan kelompok umur. Menurutnya, kompetisi yang rutin digelar akan membuka peluang lebih besar untuk menjaring atlet-atlet berbakat dari daerah.
“Saya yakin banyak sekali atlet, cuma belum terwadahi saja. Karena itu pembinaan di daerah harus lebih aktif agar muncul regenerasi atlet dari bawah yang nantinya bisa dibina hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Kalimantan Timur, Abdul Muis, menilai pembentukan akademi catur merupakan langkah strategis yang sejalan dengan upaya meningkatkan prestasi olahraga Kaltim dalam jangka panjang.
“Kami menyampaikan apresiasi terhadap program yang disampaikan Ketua Percasi Kaltim. Kehadiran sekolah pembinaan atau akademi catur menunjukkan komitmen Percasi dalam melakukan pembinaan atlet. Semoga dengan hadirnya akademi tersebut semakin menggelorakan semangat generasi muda untuk menekuni olahraga catur dan membawa prestasi bagi Kalimantan Timur,” tutup Abdul Muis.(ai/hel)
