PONTIANAK – Pengusaha pelayaran turut membantu Pemerintah Kota Pontianak memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah krisis air baku akibat kemarau panjang.
Pengusaha perkapalan PT Sinar Inti Matan, Sugito atau yang akrab disapa Rico, mengerahkan armada tongkang untuk mengangkut air tawar dari Simpang Radak, Terentang, Kabupaten Kubu Raya, menuju Pontianak.
Satu tongkang dengan kapasitas sekitar 5.000 ton telah tiba di IPA Parit Mayor, Jalan H Rais, Pontianak, Kalbar, Sabtu (19/9/2026).
Rico mengatakan keterlibatan pihaknya berawal dari pembahasan bersama Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono terkait kondisi air bersih yang dihadapi masyarakat.
“Karena ini adalah musibah alam. Kemarin kita diundang sama Pak Wali untuk membahas hal ini. Artinya dengan ada masalah ini, bagaimana kami sebagai pengusaha pelayaran bisa ikut membantu untuk memenuhi air bersih,” ujar Rico.
Menurutnya, pengusaha pelayaran merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak.
“Yang bisa kami buat, akan kami buat. Kami support Pak Wali untuk pengadaan air bersih ini,” katanya.
Rico menjelaskan perjalanan pengangkutan air tidak selalu berjalan lancar. Armada sempat harus berhenti karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas.
“Kami berangkatkan tongkang kami kemarin, sampai di situ isi, langsung balik lagi. Cuma karena cuaca ini, kami nggak bisa langsung terus-terusan berjalan,” ujarnya.
Tongkang bahkan sempat ditambatkan di Sukalanting sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pontianak.
“Karena kabut, terpaksa kemarin kami tambat dulu di Sukalanting. Habis itu jalan sampai di sini, sudah malam,” kata Rico.
Menurut Rico, perjalanan pada malam hari juga terkendala kondisi jarak pandang saat melewati kawasan bawah Jembatan Kapuas.
“Malam juga kami wanti-wanti juga karena bawah Jembatan Kapuas ini nggak bisa dilalui. Nggak kelihatan. Jadi pagi ini baru kita berangkatkan ke sini,” jelasnya.
Rico memastikan armada berikutnya juga telah disiapkan. Setelah proses pembongkaran air selesai, tongkang berikutnya akan kembali bergerak menuju lokasi pengisian.
“Kapal yang berikutnya sudah standby juga di docking kami yang ada di Ambangah. Habis pembongkaran ini selesai, kami akan geser lagi ke sini,” katanya.
Tongkang berikutnya diperkirakan membawa sekitar 5.000 ton air tawar. Dengan dua kali pengiriman, total air yang disiapkan mencapai sekitar 10.000 ton.
“Kurang lebih juga sekitar 5.000 ton yang akan kami salurkan di sini. Artinya untuk kebutuhan air bersih dalam satu-dua hari ini, pasti sudah sangat-sangat mencukupi,” ujar Rico.
Namun, dukungan pengiriman air tersebut masih akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan arahan Pemerintah Kota Pontianak.
“Saya tergantung perintahnya Pak Wali. Kalau Pak Wali perintahkan lanjut, kita akan lanjutkan kembali. Kita lihat kondisi,” katanya.
