TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui transformasi digital. Upaya itu ditandai dengan peluncuran dua aplikasi layanan pajak, E-SAMSATKU dan SIMPADKU, dalam rapat kerja evaluasi PAD yang digelar di Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (5/5/2026).
Peluncuran dilakukan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bustan, yang mewakili Gubernur Kaltara.
Dalam kesempatan tersebut, Bustan mengapresiasi kinerja Badan Pendapatan Daerah Kalimantan Utara yang berhasil melampaui target penerimaan pajak dan retribusi pada triwulan I 2026.
“Capaian ini harus menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja di periode berikutnya,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal ke depan tidak mudah, sehingga pemerintah daerah perlu memperkuat kemandirian keuangan melalui peningkatan PAD. Ia mendorong optimalisasi pendapatan dilakukan melalui langkah intensifikasi dan ekstensifikasi, termasuk menggali potensi baru.
Salah satu peluang yang disoroti adalah pengembangan perdagangan karbon berbasis ekosistem mangrove dan gambut. Selain itu, Bustan menekankan pentingnya optimalisasi kewajiban pajak dari masyarakat maupun kontribusi sektor usaha.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada dana transfer pusat. Kemandirian fiskal harus diperkuat,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah meningkatkan tata kelola anggaran serta mempercepat pelaporan keuangan agar lebih transparan dan akuntabel.
Dalam konteks digitalisasi, Bustan menjelaskan bahwa aplikasi E-SAMSATKU hadir untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pajak kendaraan bermotor secara daring, termasuk pembayaran yang terintegrasi dengan Bank Kaltimtara.
Sementara itu, SIMPADKU dirancang sebagai sistem pemantauan realisasi penerimaan pajak daerah secara real-time, mencakup berbagai sektor seperti pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan, pajak air permukaan, hingga pajak alat berat.
“Melalui inovasi ini, diharapkan pengelolaan PAD menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Di akhir kegiatan, Bustan meminta Bapenda terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital tersebut secara optimal.
“Lakukan sosialisasi secara luas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kalimantan Utara,” pungkasnya.(Adv/Ax)
