Bola dan Sport

Pecatur Kaltim Cherisha Divina Raih Emas dan Perak di Kejuaraan Asia Timur

Avatar photo
Oleh Redaksi
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA — Pecatur muda asal Kalimantan Timur, Cherisha Divina Wijaya, mengharumkan nama Indonesia setelah meraih dua medali pada ajang 10th Eastern Asia Youth Chess Championship 2026 yang berlangsung di Hainan, China, pada 20–30 Agustus 2026.

Cherisha sukses menyabet medali emas pada nomor catur kilat (blitz) kategori putri U-16 (G-16) dan medali perak pada nomor catur cepat (rapid) kategori yang sama. Raihan tersebut menjadikan Cherisha sebagai salah satu penyumbang medali bagi kontingen Indonesia di kejuaraan catur tingkat Asia Timur tersebut.

Ketua Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, mengapresiasi prestasi yang diraih atlet muda Benua Etam itu. Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa pecatur muda Kaltim memiliki kemampuan untuk bersaing di level internasional.

“Prestasi Cherisha tentu menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Timur. Ini menunjukkan bahwa atlet-atlet muda kita memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional,” ujar Reza.

Ia menilai keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan catur secara berkelanjutan, khususnya pada kelompok usia muda. Menurutnya, prestasi atlet tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan, pengalaman bertanding, dan penguatan mental yang berkesinambungan.

“Yang terpenting adalah bagaimana prestasi ini menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Cherisha masih muda dan perjalanan kariernya masih panjang,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Pengprov Percasi Kaltim, Abdul Hassan, S.Sos., WNP. Ia menyebut medali emas dan perak yang diraih Cherisha menjadi modal penting bagi perkembangan karier atlet tersebut sekaligus memotivasi pecatur muda Kaltim lainnya untuk berprestasi.

“Prestasi ini tentu sangat positif. Medali emas dan perak di kejuaraan tingkat Asia menunjukkan bahwa atlet muda Kaltim mampu berbicara di level internasional,” ujarnya.

Pada kejuaraan tersebut, kontingen Indonesia membukukan total dua medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu. Selain Cherisha, medali emas Indonesia lainnya diraih Veronica Jefany Sheryl Kichi Makalew pada nomor catur cepat kategori putri U-12 (G-12).

Sementara itu, dua medali perak lainnya dipersembahkan Banyu Wening Wiguno pada nomor catur standar kategori putra U-10 (B-10) dan Clementia Adeline pada nomor catur cepat kategori putri U-18 (G-18).

Bagi Percasi Kaltim, prestasi Cherisha menjadi bagian penting dalam proses regenerasi atlet catur daerah. Kehadiran pecatur muda yang mampu berprestasi di tingkat internasional diharapkan dapat memperkuat fondasi pembinaan serta melahirkan lebih banyak atlet Kaltim yang mampu mengharumkan nama Indonesia di masa mendatang.(esf/hel)