Advertorial

Pasar Ikan Higienis Tengkayu II Tarakan Diresmikan, Pemprov Kaltara Dorong Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Nelayan

Avatar photo
Oleh Alex
Ukuran Font
Kecil Besar

TARAKAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meresmikan Pasar Ikan Higienis di kawasan Pelabuhan Perikanan Tengkayu II, Kota Tarakan, Minggu (3/5/2026). Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan sekaligus menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah.

Peresmian dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wahyuni Nuzband, yang hadir mewakili Gubernur Kaltara.

Dalam sambutannya, Wahyuni menegaskan bahwa pembangunan pasar ikan higienis merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.

“Fasilitas ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor perikanan daerah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kinerja sektor perikanan di Kaltara menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Produksi perikanan tangkap terus meningkat, dari 32.535 ton pada 2023 menjadi 36.867 ton pada 2024, dan kembali naik menjadi 37.988 ton pada 2025.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator potensi kelautan daerah yang besar sekaligus menunjukkan ketangguhan para nelayan di Bumi Benuanta.

Selain peresmian pasar, kegiatan juga dirangkai dengan pasar ikan murah yang menjadi bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan pada 2026.

Melalui program ini, masyarakat dapat membeli ikan segar dengan harga lebih rendah, berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram di bawah harga pasar. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari.

“Sejak pukul 06.00 WITA, masyarakat sudah mulai berdatangan untuk membeli ikan,” kata Wahyuni.

Beragam komoditas tersedia di lokasi, mulai dari bandeng, bawal, kerapu, tongkol, hingga tenggiri, termasuk kepiting dan ikan air tawar.

Kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar) yang menghadirkan berbagai produk olahan.

Wahyuni menilai, keberadaan pasar ikan higienis tidak hanya berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga, memperlancar distribusi, serta mendukung keberlanjutan usaha nelayan.

“Ke depan, pasar ikan murah dan fasilitas ini diharapkan menjadi langkah efektif dalam menekan inflasi sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat,” tuturnya.

Sebagai tambahan, pasar ikan higienis permanen tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WITA dan diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di sektor perikanan Kota Tarakan.(Adv/Ax)