SAMARINDA – Rendahnya partisipasi keluarga masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program rehabilitasi penyalahguna narkoba di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin, mengatakan program rehabilitasi sebenarnya telah berjalan sejak 2011.
“Banyak keluarga yang masih enggan membawa anggota keluarganya menjalani rehabilitasi,” jelasnya Senin (22/6/2026).
Menurutnya, kekhawatiran terhadap proses hukum menjadi salah satu penyebab utama rendahnya partisipasi masyarakat.
“Banyak keluarga merasa takut anggota keluarganya akan berhadapan dengan proses pidana apabila melapor ke fasilitas kesehatan,” tambah dr Jaya.
Namun kondisi tersebut mulai berubah seiring meningkatnya sosialisasi yang dilakukan aparat penegak hukum mengenai rehabilitasi bagi pengguna narkoba.
Pengguna yang memenuhi ketentuan dapat menjalani rehabilitasi di fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah.
Ia berharap perubahan pola penanganan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga keluarga tidak lagi ragu membawa anggota keluarganya untuk menjalani rehabilitasi.
