Peristiwa

Nyaris Diserempet, Pria di Samarinda Laporkan Dugaan Pengeroyokan

Avatar photo
Oleh Alex
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Seorang pria bernama Satya (31) melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya setelah menegur pengemudi mobil yang disebut hampir menyerempet sepeda motor yang ditumpanginya bersama istri dan anak. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rekaman video keributan di lokasi kejadian beredar luas di media sosial.

Satya menuturkan, insiden bermula saat dirinya hendak memasuki Jalan Anggur dari sebuah persimpangan. Ketika itu, sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi dan diduga hampir mengenai sepeda motor yang dikendarainya.

Merasa keselamatan keluarganya terancam, Satya mengaku menegur pengemudi mobil tersebut agar lebih berhati-hati. Namun, teguran itu justru memicu perselisihan.

“Saya hanya mengingatkan supaya lebih hati-hati karena hampir menyerempet kami. Saat itu saya sedang membawa istri dan anak,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, tidak lama setelah itu sekitar lima orang keluar dari mobil dan menghampirinya. Satya menduga para pria tersebut kemudian melakukan pemukulan terhadap dirinya.

Keributan yang terjadi di pinggir jalan menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berusaha melerai, sementara lainnya merekam kejadian menggunakan telepon genggam. Rekaman video tersebut kemudian menyebar di berbagai platform media sosial.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria dikelilingi beberapa orang di tengah jalan sebelum situasi akhirnya berhasil diredakan oleh warga.

Merasa menjadi korban tindak kekerasan, Satya kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Samarinda Ulu untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan dari sejumlah pihak.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini sedang ditindaklanjuti. Penyidik akan mengumpulkan seluruh alat bukti serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat,” kata Asriadi.

Selain memeriksa korban dan saksi, polisi juga menganalisis rekaman video yang beredar sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Asriadi menegaskan setiap laporan masyarakat akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan perselisihan di jalan dengan tindakan yang mengarah pada kekerasan.

“Penyelidikan masih berlangsung. Kami meminta masyarakat mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” pungkasnya.*