Kalimantan Timur

MUI Diharapkan Perkuat Kerukunan di Tengah Keberagaman Kaltim

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Keberagaman yang dimiliki Kalimantan Timur menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan terus berperan menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut, Kalimantan Timur merupakan daerah yang dihuni masyarakat dari beragam suku, budaya, agama, dan latar belakang sosial. Kondisi tersebut harus terus dijaga agar tetap menjadi kekuatan bagi pembangunan daerah.

“Keberagaman ini merupakan kekuatan yang harus terus kita rawat. Kami berharap MUI tetap menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat,” ujarnya saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Kaltim Masa Khidmat 2025-2030 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (23/6/2026).

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud (jalia/jurnalborneo)

Ia menilai peran ulama sangat dibutuhkan untuk menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi berbagai persoalan sosial maupun perubahan yang terjadi seiring perkembangan daerah.

Apalagi, Kalimantan Timur kini menjadi wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan akan semakin menarik kedatangan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Rudy, masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga bimbingan moral dan spiritual agar kehidupan sosial tetap harmonis.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH M Cholil Nafis menegaskan bahwa MUI memiliki tanggung jawab menjaga harmoni kehidupan masyarakat melalui dakwah yang menyejukkan dan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.

“MUI bukan hanya lembaga keagamaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai agama, moral, dan kebangsaan,” katanya.

Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH M Cholil Nafis (Pemprov Kaltim)

Ia menambahkan, ulama memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan serta menghadirkan pemahaman agama yang membawa kemaslahatan bagi umat.

Dalam kesempatan tersebut, KH Farid Wadjdy dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kaltim dan KH Muhammad Rasyid sebagai Ketua Umum MUI Kaltim masa khidmat 2025-2030.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda Kaltim, jajaran Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan, serta pengurus komisi, badan, dan lembaga MUI Kaltim.

Topik
mui