Advertorial

Minim Penerangan di Jalan Mahkota 2, DPRD Samarinda Desak Pemkot Prioritaskan Pemasangan LPJU

Avatar photo
Oleh Redaksi
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah wilayah Kota Samarinda, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota, masih menjadi persoalan serius. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan tindak kriminalitas, terutama saat malam hari.

Salah satu titik rawan yang sering dilaporkan warga adalah Jalan Mahkota 2, Kecamatan Sambutan, yang kerap menjadi lokasi pembegalan.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca, mendesak pemerintah kota agar segera memprioritaskan pemasangan LPJU di kawasan tersebut.

“Jalur itu sudah ramai sejak lama, tapi penerangannya minim. Kalau gelap, risikonya tinggi. Makanya saya minta Jalan Mahkota 2 jadi prioritas,” katanya, baru-baru ini.

Pemkot Samarinda sendiri saat ini tengah menjalankan program pemasangan 8.000 hingga 9.000 titik LPJU di berbagai wilayah.

Namun, menurut Markaca, pemasangan lampu harus difokuskan pada ruas jalan utama dan kawasan dengan mobilitas tinggi agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan. Jalan gelap bisa memicu tindak kriminal,” ujarnya.

Meski mendukung program tersebut, politisi dari Fraksi Gerindra itu mengingatkan pentingnya perencanaan daya listrik yang matang. Ia menilai pasokan listrik di Samarinda masih terbatas dan perlu diperkuat agar proyek penerangan jalan tidak terganggu.

“Kalau terus menambah titik penerangan tanpa tambahan daya listrik, pasti jadi kendala. Samarinda ini mau tumbuh jadi kota industri, jadi listriknya harus siap,” tegasnya.

Selain soal penerangan, Markaca juga mengapresiasi kemajuan Pemkot Samarinda dalam penanganan banjir.

Ia mendorong agar anggaran kota tetap difokuskan pada dua sektor utama penerangan jalan dan pengendalian banjir, karena keduanya menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga.

“Kalau anggaran meningkat, dua sektor ini harus diprioritaskan karena menyangkut keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)