SAMARINDA – Marwah atau kehormatan suatu daerah tidak diukur dari penampilan semata, melainkan dari sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota MPR RI/DPD RI daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni, dalam kegiatan buka puasa bersama media di Samarinda, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, pembangunan di Kalimantan Timur harus berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, seperti peningkatan kualitas pendidikan serta pembangunan infrastruktur dasar.
“Marwah Kaltim bukan soal penampilan, tetapi bagaimana daerah ini mampu mensejahterakan masyarakatnya serta memberikan pendidikan terbaik,” ujarnya Jumat (13/3/2026).
Ia menilai ketersediaan infrastruktur seperti jalan dan jaringan listrik masih menjadi kebutuhan penting agar seluruh wilayah dapat terhubung dengan baik. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang tepat sasaran. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memprioritaskan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.
Ia menambahkan bahwa perencanaan pembangunan juga perlu memperhatikan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah sehingga penggunaan anggaran dapat berjalan lebih efektif.
Di sisi lain, Aji Mirni juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pendidikan, khususnya terkait kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah.
Menurutnya, regenerasi guru menjadi perhatian penting karena banyak tenaga pendidik aparatur sipil negara (ASN) yang telah memasuki masa pensiun. Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga pengajar di sejumlah sekolah semakin meningkat.
“Pendidikan adalah sektor yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda,” katanya.
Ia juga menilai keberadaan tenaga honorer selama ini turut membantu mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena itu, ia berharap kebijakan terkait tenaga pendidik dapat terus diperkuat agar sekolah memiliki sumber daya manusia yang cukup dan berkualitas.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan budaya kerja di lingkungan pemerintahan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Yang terpenting adalah bagaimana semua pihak bisa bekerja maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.*
