Kalimantan Barat

Libur Panjang Imlek 2026 Berpotensi Dongkrak UMKM dan Wisata di Ketapang

Avatar photo
Oleh Agus
Ukuran Font
Kecil Besar

KETAPANG – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, berpotensi menjadi pundi-pundi cuan bagi pelaku usaha kuliner, penginapan, hingga sektor pariwisata di Kabupaten Ketapang.

Hal ini dipicu oleh penetapan cuti bersama yang berdekatan dengan libur akhir pekan, sehingga menciptakan libur panjang selama empat hari berturut-turut.

Tahun Baru Imlek merupakan momen penting bagi masyarakat Tionghoa di Kabupaten Ketapang sebagai penanda pergantian tahun dalam kalender lunar.

Selain bernilai budaya dan spiritual, momen ini juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara RI pada Rabu (28/1/2026), pemerintah telah menetapkan dua hari libur dalam rangka perayaan Imlek 2026. Tanggal 16 Februari 2026 ditetapkan sebagai cuti bersama Tahun Baru Imlek, sementara 17 Februari 2026 sebagai hari libur nasional.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1947 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025.

Dengan demikian, masyarakat Ketapang dapat menikmati libur selama empat hari tanpa perlu mengajukan cuti kerja tambahan, yakni Sabtu (14/2/2026), Minggu (15/2/2026), Senin (16/2/2026) sebagai cuti bersama, dan Selasa (17/2/2026) sebagai Hari Raya Imlek.

Libur panjang ini diperkirakan akan dimanfaatkan warga untuk berwisata maupun berkumpul bersama keluarga, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal.

Salah seorang pedagang pentol kuah keliling yang akrab disapa Mamang mengaku akan meningkatkan produksi saat libur panjang tersebut. Menurutnya, banyaknya hari libur dan perayaan besar biasanya berbanding lurus dengan meningkatnya pembeli.

“Bagi saya tidak ada kata libur, biarlah orang lain liburan, saya jualan saja, cari duit. Mudah-mudahan dagangan saya cepat habis, amin,” ujarnya saat ditemui Jurnalborneo, Rabu sore (28/1/2026).

Sementara itu, pihak penginapan di pusat Kota Ketapang juga mengonfirmasi adanya peningkatan pemesanan kamar menjelang libur Imlek.

Bahkan, sejumlah kamar dilaporkan sudah dipesan lebih awal.

“Kalau malam Sabtu dan Minggu tempat kami pasti penuh, apalagi saat perayaan Imlek. Jadi, bagi yang ingin menginap sebaiknya pesan kamar lebih awal,” jelas pihak penginapan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Selain perayaan Imlek, Februari 2026 juga diwarnai sejumlah hari besar nasional, di antaranya Hari Pers Nasional dan Hari Kavaleri pada 9 Februari, Hari Peringatan PETA pada 14 Februari, serta perkiraan awal Ramadan 1447 Hijriah pada 18–19 Februari 2026, yang turut menambah dinamika aktivitas masyarakat sepanjang bulan tersebut.*