SAMARINDA – Kecamatan Loa Janan Ilir bersama BPBD Kota Samarinda mengukuhkan Keluarga Tangguh Bencana (Katana) di Kelurahan Sengkotek, Rabu (3/9/2025). Pengukuhan ini dipandang sebagai langkah penting meningkatkan kesiapan masyarakat, khususnya di kawasan rawan banjir.
Camat Loa Janan Ilir, Syahrudins, menyebut wilayahnya memiliki potensi relawan yang besar. Bahkan, ia menilai Loa Janan Ilir layak disebut sebagai “gudangnya relawan” karena warganya selalu bergerak cepat membantu korban bencana.
“Relawan di sini terbiasa mendahulukan aksi. Baru setelah itu mereka memikirkan hal lainnya. Karena itu, saya berharap semua kelurahan di Loa Janan Ilir segera membentuk Katana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari lima kelurahan di wilayahnya, tiga diantaranya, Harapan Baru, Sengkotek, dan Simpang Tiga berada di bantaran Sungai Mahakam sehingga rawan banjir. Namun, Sengkotek relatif lebih aman dibanding dua kelurahan lainnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, menegaskan Katana tidak boleh berhenti pada seremoni. Relawan harus diperlengkapi secara nyata, baik dengan peralatan maupun pelatihan.
“Relawan Katana harus mampu menangani situasi darurat, mulai dari evakuasi, penyediaan dapur umum, hingga pertolongan di air,” tegasnya.
Ia menambahkan, validitas informasi menjadi kunci percepatan penanganan bencana. Katana diharapkan menjadi garda terdepan untuk memastikan kabar yang beredar akurat, bukan hoaks.

Lebih lanjut, Suwarso menekankan pembentukan Katana sejalan dengan konsep pentahelix yang mengedepankan sinergi pemerintah, masyarakat, media, perguruan tinggi, dan dunia usaha.
“Bencana tidak mungkin ditangani hanya oleh pemerintah. Partisipasi warga melalui Katana adalah bagian penting dari kolaborasi itu,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Samarinda berkomitmen menambah pelatihan penyelamatan di air, mengingat angka kecelakaan sungai masih tinggi. Bantuan lain akan disalurkan sesuai kebutuhan riil serta kemampuan anggaran daerah.
“SDM Katana sudah bagus, tinggal kita lengkapi agar lebih siap,” tutur Suwarso.
Dengan adanya Katana di Sengkotek, diharapkan masyarakat semakin siap dan mandiri menghadapi bencana. Kehadiran relawan juga memperkuat nilai gotong royong yang menjadi dasar ketangguhan di tingkat lokal.(*)
