Bontang

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Bontang, 56 Insiden Tercatat Sepanjang 2025

Avatar photo
Oleh Nur Sa'adah
Ukuran Font
Kecil Besar

BONTANG – Ancaman kebakaran masih menjadi persoalan serius di Kota Bontang. Sepanjang tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) menangani 56 peristiwa kebakaran.

Berdasarkan data dari Disdamkartan Kota Bontang, menunjukkan bahwa persoalan kelistrikan menjadi faktor paling dominan. Dari total kejadian, sebanyak 27 kasus diduga kuat dipicu hubungan arus pendek listrik, jauh melampaui penyebab lainnya.

Lalu, kelalaian manusia menyusul dengan sembilan kejadian, sementara kasus pembakaran yang disengaja tercatat sebanyak delapan peristiwa. Adapun insiden akibat kebocoran bahan bakar maupun saluran gas ditemukan sebanyak tiga kasus.

Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan Bontang, Sarkani, menjelaskan bahwa jenis objek yang terbakar pun cukup beragam. Insiden yang melibatkan kabel listrik menempati urutan teratas dengan sembilan kejadian, disusul kebakaran pada regulator tabung gas dan kompor sebanyak delapan kejadian.

“Sementara kebakaran rumah tinggal serta bangunan usaha seperti ruko, gedung, dan pasar masing-masing terjadi 6 kali,” katanya, Selasa (30/12/2025).

Berdasarkan pemetaan wilayah, Kelurahan Api-Api tercatat sebagai daerah paling rawan kebakaran dengan tujuh kejadian. Tanjung Laut dan Gunung Elai juga masuk dalam daftar wilayah dengan frekuensi cukup tinggi. Di sisi lain, wilayah Kanaan serta kawasan perbatasan Kutai Kartanegara tidak mencatat adanya insiden kebakaran selama periode tersebut.

Dampak kebakaran sepanjang tahun ini turut dirasakan warga. Sebanyak 26 kepala keluarga atau 90 jiwa terdampak langsung. Meski tidak ada korban meninggal, tercatat empat orang mengalami gangguan pernapasan dan tiga orang lainnya menderita luka akibat insiden kebakaran.

“Dari sisi kerusakan, api menghanguskan 311 meter persegi bangunan dan permukiman, serta merusak 1,38 hektare hutan dan lahan,” sebutnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Disdamkartan Bontang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait penggunaan instalasi listrik di rumah. Sarkani menekankan bahwa pemakaian daya berlebih serta kabel yang sudah tidak layak masih sering menjadi pemicu kebakaran.

“Banyak kejadian berawal dari instalasi yang tidak sesuai standar. Ini perlu dicek secara berkala agar risiko kebakaran bisa ditekan,” tutupnya.*