Kesiapan TPS3R Desa dan Kelurahan di Kota Batu, Kunci Pembuka Atasi Polemik Sampah di Batu

Jurnalborneo.com

PJ.Walikota Batu Sidak Ke TPS3R kelurahan Dadaprejo kecamatan Junrejo
PJ.Walikota Batu Sidak Ke TPS3R kelurahan Dadaprejo kecamatan Junrejo

BATU – Hari Pertama berkantor di TPA Tlekung, Pj. Walikota Batu, Aries Agung Paewai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kelurahan Dadaprejo kecamatan Junrejo, Senin, 31 Juli 2023.

Dalam sidak didampingi Lurah Dadaprejo, Babinkamtibmas dan Babinsa Dadaprejo  mengunjungi TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) yang ada di Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Pj Walikota Batu berusaha menginventarisir TPS3R yang tersedia.

“Hari ini kita melihat secara langsung di TPS3R Dadaprejo. Besok kita akan berkeliling lagi di desa dan kelurahan lain. Kita sedang menginventarisir kebutuhan TPS3R agar beroperasi maksimal,” kata Aries Agung Paewai.

Disebutkan bagi TPS3R di desa dan Kelurahan yang membutuhkan sarana dan prasarana pendukung di data dan diupayakan untuk segera terpenuhi. “Bagi yang belum membentuk kelembagaan, harus segera dituntaskan dan dioperasikan. Termasuk desa yang belum memiliki TPS3R, maka harus segera direncanakan dan dimulai pembangunannya,” lanjutnya.

Hari Pertama berkantor di TPA Tlekung, Pj. Walikota Batu berpacu dengan waktu hanya sebulan harus bisa mengurai dan menyelesaikan permasalahan sampah.

Oleh karena itu Pj. Walikota Batu bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Aries Setiawan, Kepala Dinas Sosial, Ririk Mashuri, Sekretaris Dinas LH, Parman, yang juga sebagai Ketua BPD Tlekung, dan Kepala Desa Tlekung, Mardi bergerak cepat pada hari pertama ke desa kelurahan yang ada di sekitar lokasi TPA Tlekung dalam kawasan Kecamatan Junrejo.

 Dalam percepatan progres, Aries melakukan pendataan kebutuhan sarana dan prasarana TPS3R sehingga diharapkan bisa segera dilakukan pengadaan sesuai kebutuhan.

Langkah yang dilakukan Pj.Walikota Batu untuk memenuhi tuntutan warga sekitar TPA Tlekung. Salah satunya adalah ingin mengoperasikan secara optimal TPS3R yang ada di 14 desa dan kelurahan. 

TPS3R di Kelurahan Dadaprejo yang mendapat kunjungan pertama memiliki kelembagaan yang solid dengan pengelolaan waktu pengambilan sampah yang teratur.

Ada 6 jalur yang dilalui dan 11 kendaraan pengangkut yang dioperasikan. Namun demikian, TPS3R ini masih belum memiliki komposter sehingga sampah organik masih dikirim ke TPA Tlekung.

Permasalahan lain yang dihadapi antara lain terkait tenaga kerja yang masih dinilai kurang untuk mengolah sampah.

“Untuk pengelolaan sudah dilakukan secara rutin sesuai jadwal, dengan 6 jalur dan jumlah armada sebanyak 11 kendaraan pengangkut atau Tossa. Namun demikian, setelah dipilah, sampah organik kami kirim ke TPA Tlekung karena disini masih belum memiliki alat untuk mengolah sampah organik,” jelas Esti, Sekretaris TPS3R Kelurahan Dadaprejo. 

Dalam kesempatan tersebut Pj. Walikota Batu, mengungkapkan, pembangunan dan pengelolaan TPS3R merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Batu untuk melakukan pengelolaan sampah secara padat karya dengan melibatkan masyarakat.

Selain itu, TPS3R diharapkan tidak hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, tetapi juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah serta penyerapan tenaga kerja.

“Dengan pengolahan sampah di TPS3R, diharapkan volume sampah yang masuk ke TPA Tlekung akan berkurang,” tegas Aries.

Namun demikian, sesuai laporan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, ada 14 desa dan kelurahan yang telah memiliki TPS3R yaitu 4 ada di Kecamatan Batu yaitu di Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, Desa Sumberejo dan Desa Oro-oro Ombo.

Di Kecamatan Junrejo ada 3 lokasi yaitu di Kelurahan Dadaprejo, Desa Beji,  dan Desa Pendem. Dan di Kecamatan Bumiaji terdapat 7 lokasi yaitu di Desa Sumber Brantas, Desa Gunungsari, Desa Tulungrejo, Desa Sumbergondo, Desa Pandanrejo, Desa Punten dan Desa Bulukerto. Sedangkan di Desa Tlekung tidak ada TPS3R karena sudah satu tempat di TPA Tlekung, di Desa Torongrejo dan Junrejo masih dalam rencana pembangunan.

Ada berbagai permasalahan yang dihadapi untuk mengoperasikan TPS3R antara lain terkait belum tersedianya kelembagaan pengelolanya, pemenuhan sarana dan prasarana yang belum lengkap dan juga pemilahan terbatas pada sampah yang bisa didaur ulang dan belum tersedianya komposter untuk mendaur ulang sampah organik sehingga tetap dimasukkan ke TPA Tlekung.

Untuk mengetahui permasalahan TPS2R tersebut, Pj.Walikota Batu melakukan sidak ke seluruh desa dan kelurahan mengingat target penyelesaian sampah di TPA Tlekung hanya sebulan, sesuai janji Pj. Walikota Batu kepada warga desa Tlekung.

“Dengan memaksimalkan peran TPS3R, maka beban TPA semakin ringan dan pengolahan sampah menjadi maksimal.” pungkasnya.(buang supeno)

Penulis:

Hastag: