Samarinda

Kesadaran Warga Tekan Kasus Rabies Samarinda

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Kasus rabies pada hewan di Kota Samarinda masih tergolong rendah. Namun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda menilai pemahaman masyarakat terkait rabies dan cara penanganannya masih perlu terus ditingkatkan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan(PKH),Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda, Maskuri mengatakan, sepanjang 2025 hanya ditemukan satu kasus rabies pada hewan di wilayah Samarinda Ilir.

Kasus tersebut ditemukan pada seekor kucing yang sempat menggigit warga sebelum akhirnya kucing itu mati dan diperiksa oleh petugas.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum pernah ada kasus rabies pada manusia di Samarinda,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, cepatnya penanganan dilakukan karena masyarakat segera melapor ke fasilitas kesehatan setelah terkena gigitan maupun cakaran hewan.

Ia menilai, tingginya kesadaran warga Samarinda untuk melapor menjadi salah satu faktor penting yang membuat penyebaran rabies dapat dicegah lebih dini.

“Di Samarinda dicakar saja masyarakat langsung melapor ke puskesmas. Itu sebenarnya bagus,” katanya.

Meski demikian, Maskuri menyebut masih banyak masyarakat yang belum memahami perilaku hewan maupun cara berinteraksi yang benar dengan hewan peliharaan.

Banyak kasus cakaran maupun gigitan justru terjadi karena manusia tanpa sadar memancing reaksi hewan, seperti mengganggu hewan saat makan atau memisahkan hewan yang sedang berkelahi dengan tangan kosong.

“Kadang hewannya lagi makan atau sedang bersama anaknya malah diganggu. Itu yang membuat hewan jadi agresif,” jelasnya.

Selain itu, DKPP juga menyoroti masih banyaknya hewan peliharaan yang dibuang setelah pemilik merasa bosan memeliharanya.

Menurut Maskuri, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit karena hewan yang sebelumnya dipelihara dengan baik menjadi rentan sakit saat hidup liar di jalanan.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, DKPP mulai menggencarkan edukasi rabies ke sekolah-sekolah dengan melibatkan komunitas pecinta hewan.

“Anak-anak perlu diberi pemahaman sejak dini tentang cara menyayangi hewan dengan benar dan aman,” pungkasnya.