PENAJAM – Harga sejumlah kebutuhan pangan pokok di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami pergerakan seiring terganggunya produksi di sejumlah daerah pemasok.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) PPU, Hadi Saputro, mengatakan perubahan harga terjadi pada komoditas yang pasokannya berasal dari daerah yang terdampak musim kemarau, seperti Pulau Jawa dan Sulawesi.
“Untuk kebutuhan pangan pokok memang ada pergerakan harga, ada yang naik dan ada yang turun. Itu karena kemarau yang terjadi di Jawa, Sulawesi dan daerah lainnya,” kata Hadi.
Namun, komoditas yang diproduksi di PPU masih relatif stabil. Sayuran, cabai, dan padi menjadi beberapa komoditas lokal yang harganya masih terjaga karena produksinya tetap berjalan.
Untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan dari daerah tertentu, Pemkab PPU menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah di Sumatra yang masih memiliki produksi pertanian karena kondisi cuaca yang mendukung.
Kerja sama pasokan juga dilakukan dengan Kota Balikpapan, kelompok dan asosiasi pedagang pasar, serta pelaku usaha di sektor perikanan.
Hadi mengatakan pengelolaan pangan di daerah juga dilakukan dengan memperhatikan rencana tanam dan perkiraan panen. Dinas Pertanian memberikan informasi mengenai jadwal tanam dan panen setiap komoditas sehingga ketersediaan stok dapat diperkirakan lebih awal.
“Jadi kita lihat rencana tanamnya seperti apa, kemudian rencana panennya kapan. Itu supaya stoknya bisa kita pantau dengan baik,” jelasnya.
Pemkab PPU juga melakukan efisiensi distribusi dengan mendata pedagang dan distributor yang mendatangkan komoditas dari Jawa, Sulawesi, maupun Sumatra.
Pasokan dari sejumlah distributor tersebut diupayakan dapat digabung dalam satu angkutan. Cara ini dilakukan untuk menekan biaya transportasi yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga barang di tingkat konsumen.
Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berupaya menjaga ketersediaan komoditas sekaligus mencegah kenaikan harga yang terlalu tinggi akibat biaya distribusi.(Adv)
