Samarinda

Kasus Penolakan Pasien, Dinkes Samarinda Dorong Perbaikan Total Layanan RSUD IA Moeis

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusaishi, menegaskan pentingnya perbaikan layanan kesehatan menyusul polemik dugaan penolakan pasien di RSUD IA Moeis.

Ismed menyampaikan, Dinas Kesehatan telah memfasilitasi proses mediasi antara pihak rumah sakit dan pihak terkait. Dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pembenahan ke depan.

“Alhamdulillah hari ini Dinas Kesehatan sudah memfasilitasi permasalahan yang kemarin terjadi. Dari mediasi antara kedua belah pihak, sudah didapatkan beberapa kesepakatan yang sifatnya perbaikan,” ujar Ismed usai mediasi yang berlangsung di kantor Dinkes Samarinda Rabu (25/3/2026).

Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah komitmen RSUD IA Moeis untuk tidak lagi menolak pasien, khususnya dalam kasus kecelakaan lalu lintas (KLL), dengan alasan administratif.

“Pihak rumah sakit menegaskan ke depan tidak akan ada lagi penolakan, terutama untuk kasus-kasus KLL secara administratif,” tegasnya.

Selain itu, manajemen rumah sakit juga berkomitmen melakukan pembenahan internal. Bahkan, terkait kejadian sebelumnya, telah dijatuhkan sanksi kepada sejumlah petugas.

“Untuk kasus kemarin, sudah dilakukan sanksi sesuai aturan. Kurang lebih ada 19 petugas yang dikenakan sanksi,” ungkap Ismed.

Ia juga mengapresiasi langkah kolaboratif yang akan dibangun antara relawan dan pihak rumah sakit. Ke depan, akan dilakukan pertemuan berkelanjutan guna menyamakan pemahaman terkait standar operasional prosedur (SOP) dan penanganan pasien.

Menurut Ismed, sistem pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan optimal tanpa kolaborasi semua pihak.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus ada kerja sama, kolaborasi antara semua pihak dalam pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Meski secara struktural rumah sakit berada di bawah Dinas Kesehatan, Ismed menekankan bahwa tanggung jawab operasional tetap berada pada manajemen dan direktur rumah sakit.

Ia pun mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Manajemen rumah sakit harus memahami betul pelayanan, baik UGD, rawat jalan, maupun rawat inap. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” tegasnya.

Ismed menilai respons cepat yang dilakukan pihak RSUD IA Moeis menjadi langkah awal yang baik dalam membenahi pelayanan kesehatan di Samarinda.