Samarinda

Kasus Pencabulan Anak di Samarinda Meningkat, Pelaku Didominasi Orang Terdekat

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Tren kasus pencabulan terhadap anak di Kota Samarinda menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena pelaku kini lebih banyak berasal dari lingkungan terdekat korban, terutama keluarga.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, Rina Zainun, Senin (13/4/2026). Ia menilai adanya pergeseran pola dalam kasus kekerasan seksual. Jika sebelumnya didominasi oleh orang yang tidak dikenal, kini justru banyak dilakukan oleh orang dekat.

Rina mengatakan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga di wilayah lain.

“Yang dulu dilakukan oleh orang jauh atau tidak dikenal, sekarang justru dilakukan oleh orang terdekat seperti ayah, om, atau kakek,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam beberapa kasus, kekerasan bahkan berlangsung dalam waktu lama tanpa terdeteksi. Hal ini menunjukkan adanya kerentanan di dalam lingkungan rumah tangga.

Rina juga menyebut fenomena ini sebagai “gunung es”, karena masih banyak kasus yang belum terungkap ke permukaan. Faktor budaya dan stigma membuat korban enggan melapor.

“Masih banyak yang menganggap ini sebagai aib, sehingga korban memilih diam,” katanya.

Menurutnya, penanganan kasus tidak cukup hanya melalui jalur hukum. Dibutuhkan perubahan pola pikir masyarakat agar lebih berpihak kepada korban.

TRC PPA pun mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berani melapor dan tidak menyalahkan korban.