Kalimantan Barat

Karhutla Mulai Meningkat, BPBD Kalbar Perkuat Patroli Darat dan Udara

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya kejadian di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan melalui patroli darat, patroli udara, hingga operasi pemadaman darat dan water bombing di lokasi-lokasi yang terdeteksi mengalami kebakaran.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla terus melakukan pemantauan dan penanganan secara terpadu untuk mencegah meluasnya kebakaran.

“Seluruh personel satgas terus meningkatkan patroli darat maupun udara, termasuk melakukan pemadaman di lokasi yang masih ditemukan titik api. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujar Daniel, lewat keterangan tertulisnya di Pontianak, Kalbar, Selasa (14/7/2026).

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kalbar per 14 Juli 2026, penanganan karhutla dilakukan di sejumlah kabupaten, di antaranya Kubu Raya, Sintang, Landak, dan Kayong Utara. Sebagian besar lokasi kebakaran berada di lahan perkebunan atau areal penggunaan lain (APL) dengan kondisi tanah gambut maupun mineral.

Di Kabupaten Kubu Raya, tim gabungan menangani kebakaran di beberapa titik dengan luas lahan terbakar sekitar enam hektare pada operasi 13 Juli, sementara kondisi terakhir api dilaporkan telah padam. Pada operasi sebelumnya, luas lahan terbakar mencapai sekitar 7,5 hektare dengan sebagian lokasi masih mengeluarkan asap.

Sementara itu, di Kabupaten Kayong Utara, tim darat masih melakukan upaya pemadaman di kawasan Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya. Api sempat masih menyala sehingga operasi pemadaman dilanjutkan pada hari berikutnya dengan dukungan helikopter water bombing.

Daniel mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca saat ini berpotensi memicu meluasnya kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat desa atau instansi terkait agar bisa segera ditangani sebelum meluas,” katanya.

Selain patroli darat, BPBD Kalbar bersama Satgas Udara juga terus mengoperasikan pesawat patroli dan helikopter untuk memantau wilayah rawan sekaligus melakukan pemadaman dari udara apabila ditemukan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Hingga 13 Juli 2026, operasi udara telah mencatat ratusan kali water bombing dengan jutaan liter air dijatuhkan untuk membantu pemadaman karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Topik