Ketapang

Kapal Pembawa 1,93 Juta Liter BBM Tiba di Ketapang, Kelangkaan Diharapkan Mulai Teratasi

Avatar photo
Oleh Agus
Ukuran Font
Kecil Besar

KETAPANG – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang mulai menemukan titik terang. Kapal tanker pengangkut 1,93 juta liter BBM telah sandar di Terminal Fuel Jobber Pertamina Ketapang, Rabu (15/7/2026).

‎Berdasarkan data muatan (cargo on board), kapal tersebut membawa 901.328 liter Pertalite, 148.101 liter Pertamax, dan 884.276 liter B40. Seluruh pasokan tersebut akan segera didistribusikan ke sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang.

‎Kedatangan pasokan baru ini diharapkan mampu mengatasi kelangkaan Pertalite yang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU akibat keterlambatan distribusi.

‎Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Ketapang, Riza, membenarkan kedatangan kapal pengangkut BBM tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

‎“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Kapal pengangkut BBM sudah tiba dan stok akan segera didistribusikan ke SPBU. Silakan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan lancar dan semua masyarakat dapat terlayani,” ujarnya saat dikonfirmasi.

‎Menurut Riza, Hiswana Migas bersama Pertamina dan seluruh pengelola SPBU terus berkoordinasi untuk mempercepat penyaluran BBM kepada masyarakat agar kondisi di lapangan segera kembali normal.

‎“Distribusi BBM akan segera disalurkan sehingga kondisi di lapangan kembali normal,” katanya.

‎Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pertamina, serta pengelola SPBU telah menggelar rapat koordinasi guna mengatasi antrean BBM dan memastikan distribusi berjalan optimal.

‎Dengan tambahan pasokan sekitar 1,93 juta liter BBM tersebut, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat segera terpenuhi sehingga antrean kendaraan di SPBU berangsur kembali normal.*

Topik