Ketapang

Kapal Nelayan KM Ujung Timur Tenggelam di Laut Jawa, 14 ABK Asal Jawa Selamat

Avatar photo
Oleh Agus
Ukuran Font
Kecil Besar

KETAPANG – Sebuah Kapal nelayan KM Ujung Timur yang sedang menangkap cumi dan ikan dilaporkan terbalik dan tenggelam akibat diterjang ombak, di Perairan Laut Jawa. Akibat insiden tersebut sebanyak 14 anak buah kapal (ABK) terpaksa bertahan hidup pada bagian kapal yang masih mengapung, Minggu (9/5/2026).

Dari rekaman video beruntung ada Tugboat (TB) Samudra Sindo VII yang melintas dan melakukan evakuasi dramatis dengan seutas tali dan baju pelampung, Senin (10/5/2026) kemarin. Evakuasi berjalan lancar dan semua ABK selamat serta langsung dibawa menuju pelabuhan di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang.

“Dari hari minggu, pak,” ucap seorang ABK yang berhasil diselamatkan.

Usai melakukan penyelamatan seluruh nelayan, pihak TB Samudra Sindo VII dan TK BG Anggada VIII langsung melaporkan kepada Tim SAR Gabungan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ketapang, Kepolisian, TNI AD dan Syahbandar Kendawangan serta pihak terkait.

Setelah berkoordinasi dengan otoritas setempat, seluruh nelayan langsung dievakuasi ke Pelabuhan Kelas III Kendawangan dan setibanya di pelabuhan 14 nelayan langsung mendapatkan perawatan medis.

Proses evakuasi 14 nelayan di Pelabuhan Kendawangan Ketapang, Jumat (15/5/2026)

Pihak Lanal Ketapang melalui Pasops Lanal Ketapang Kapten Laut (P) Dian Rifia Agus Ghufron, saat dikonfirmasi, membenarkan insiden kapal tenggelam tersebut dan proses evakuasi lanjutan dilakukan oleh Tim Gabungan, setelah kapal bersandar di Pelabuhan Kecamatan Kendawangan, Jumat dini hari (15/5) 2026).

“Benar, ada kapal nelayan yang tenggelam di Perairan Laut Jawa. Totalnya ada 14 nelayan atau ABK yang berasal dari Jawa yang dievakuasi dan semuanya dalam kondisi baik,” ujarnya.

Kapten Laut (P) Dian Rifia Agus mengatakan bahwa nelayan pertama kali ditemukan oleh TB Samudra Sindo VII dan TK BG Anggada VIII yang kemudian langsung mengevakuasi ke Pelabuhan Kendawangan.

“Tim medis dari Puskesmas Kendawangan dan Balai Pengobatan (BP) Lanal Ketapang segera melaksanakan pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi fisik para ABK tetap stabil pasca mengalami musibah di laut dan dipastikan kondisinya sehat,” katanya.

Proses pemeriksaan kesehatan oleh Tim Medis Lanal Ketapang dan Puskesmas Kendawangan

Lanal Ketapang menghimbau kepada seluruh nelayan dan pengguna jasa laut agar senantiasa mengutamakan faktor keselamatan personel maupun materiel sebelum melaksanakan pelayaran. Menurutnya cuaca di wilayah perairan Kalimantan Barat, khususnya perairan Ketapang, sedang mengalami cuaca buruk disertai gelombang tinggi dan angin kencang.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pastikan kondisi kapal layak laut, alat keselamatan tersedia lengkap, dan selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melaksanakan pelayaran,” imbaunya.

Proses evakuasi melibatkan Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ketapang bersama unsur Forkopimcam Kendawangan yang terdiri dari Danposal Kendawangan beserta anggota, Polsek Kendawangan beserta anggota, Kamarnit Polairud Kendawangan beserta anggota, Koramil 1203/Kendawangan, Syahbandar Kendawangan beserta tim, Puskesmas Kendawangan.

Sebagai bentuk penghargaan atas aksi kemanusiaan dan kepedulian dalam membantu proses penyelamatan di laut, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Kendawangan memberikan Penghargaan kepada TB Samudra Sindo VII dan TK BG Anggada VIII. Apresiasi tersebut diberikan atas penyelamatan terhadap 14 nelayan.