KUCHING – Kondisi jerebu yang memburuk membuat sejumlah wilayah di Sarawak, Malaysia, terdampak. Kawasan Sematan, Lundu, Kuching, dan Serian menjadi wilayah yang dilaporkan paling terkesan akibat penurunan kualitas udara.
Melalui keterangan resminya pada Kamis (20/8/2026), Jabatan Pendidikan Negeri (JPN) Sarawak menutup sekolah-sekolah di bawah kewenangannya di daerah Kuching, Padawan, Serian, dan Samarahan.
Penutupan sekolah berlaku pada 20 hingga 21 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa serta warga sekolah dari risiko paparan udara yang tidak sehat.
Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar tetap dilaksanakan melalui Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR) untuk memastikan proses pendidikan siswa tetap berjalan.
JPN Sarawak menyatakan keputusan tersebut diambil menyusul kondisi jerebu yang berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah.
Sementara itu, Sematan dan Lundu yang berada di bagian selatan Sarawak turut menjadi kawasan yang terdampak cukup parah, bersama Kuching dan Serian.
JPN Sarawak menyebut perkembangan lebih lanjut terkait masa penutupan dan pembukaan kembali sekolah akan disampaikan melalui saluran resmi JPN Sarawak serta Pejabat Pendidikan Daerah.
