SAMARINDA – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Penata Persona Indonesia (DPD IPPRISIA) Kalimantan Timur memberikan dukungan terhadap Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kota Samarinda.
Dukungan tersebut dilakukan melalui visitasi bersama DPPKB Samarinda untuk melihat langsung kondisi calon penerima bantuan pada Rabu (16/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi dasar penentuan intervensi non-nutrisi sesuai kebutuhan setiap keluarga sasaran.
Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur Marliana Wahyuningrum mengatakan, IPPRISIA hadir mendukung Genting melalui intervensi sesuai kebutuhan keluarga sasaran.
Salah satu calon penerima bantuan merupakan Lente (71), warga Kelurahan Tenun yang telah menempati rumahnya sejak 1991. Lente mengaku belum memiliki fasilitas WC dan selama ini hanya menggunakan jamban.
“Saya tidak punya WC, hanya jamban dan tidak memiliki septic tank mohon bantuannya,” ujarnya.

Kondisi serupa juga ditemukan pada calon penerima lainnya, Arsiah (62) warga Sempaja Utara. Sejak 2011 Arsiah masih menggunakan jamban dengan saluran pembuangan yang langsung menuju sungai.
Sementara itu, Latifah (31), warga kawasan Pasar Pagi, telah memiliki WC di rumahnya. Namun, kondisi fasilitas tersebut dinilai belum layak sehingga membutuhkan perbaikan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi.
Marliana menjelaskan, kondisi ketiga keluarga tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk bantuan. Dukungan sanitasi diarahkan pada pengadaan jamban sehat dan perbaikan fasilitas sanitasi dasar keluarga.
“Bantuan kami sesuaikan berdasarkan kondisi keluarga dan lingkungan masing-masing,” kata Marliana.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Sanitasi dan lingkungan tempat tinggal juga menjadi faktor pendukung dalam menciptakan kondisi keluarga yang sehat.

Selain sanitasi, IPPRISIA Kaltim memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan anak di Kelurahan Sempaja Utara. Dukungan tersebut berupa fasilitas pendidikan untuk PAUD sebagai bagian dari perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
“Di Sempaja Utara, kami mendukung fasilitas pendidikan untuk kebutuhan PAUD,” katanya.
Kolaborasi IPPRISIA Kaltim bersama DPPKB Samarinda dilakukan untuk memperluas dukungan terhadap keluarga sasaran program Genting. Bentuk bantuan ditentukan berdasarkan hasil visitasi agar intervensi yang diberikan sesuai kebutuhan penerima.
Marliana berharap keterlibatan organisasi masyarakat dalam program tersebut dapat terus berlanjut.
“Kami ingin kolaborasi ini memberi manfaat berkelanjutan bagi keluarga Samarinda,” pungkasnya.
