Samarinda

Hindari Tekanan Harga, Pemkot Samarinda Lakukan Pembatasan Pasar Murah

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda tidak akan menggelar pasar murah secara berlebihan meskipun sejumlah komoditas pangan masih berpotensi mengalami kenaikan harga. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga keseimbangan pasar dan melindungi aktivitas perdagangan lokal.

Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan intervensi pemerintah melalui pasar murah dan gerakan pangan murah tetap dilaksanakan, namun dengan intensitas yang terukur.

“Pelaksanaan pasar murah yang terlalu masif berisiko menekan harga di tingkat pasar hingga memicu kondisi yang tidak sehat bagi pelaku usaha dan pedagang,” jelasnya Rabu saat dikonfirmasi (3/6/2026).

Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat terhadap harga terjangkau dan keberlangsungan aktivitas ekonomi lokal.

Ia menyebut program pengendalian harga tetap berjalan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang periode-periode yang rawan terjadi gejolak harga.

Selain intervensi pasar, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu lonjakan harga secara signifikan.

“Keseimbangan antara stabilitas harga dan ketersediaan barang menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga kondisi ekonomi daerah tetap kondusif,” pungkasnya.