SAMARINDA – Cuaca yang tidak menentu berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Pasar Segiri, Samarinda hingga 50 persen.
Inem, salah satu pedagang sayur menyebut, hampir seluruh jenis sayuran seperti sawi, bayam, kangkung dan sayuran hijau lainnya mengalami kenaikan harga.
“Sayuran seperti kangkung, sawi, dan bayam semuanya naik. Kalau sebelumnya harga sawi hanya Rp5.000, sekarang bisa mencapai Rp10.000, kangkung yang per ikatnya Rp3.000 kini naik menjadi 5.000 bahkan 6.000,” ujarnya kepada Jurnalborneo.com Minggu (2/01/2025)
Menurutnya, tak hanya sayuran hijau, harga wortel dan kentang juga mengalami kenaikan. Wortel yang sebelumnya dijual seharga Rp16.000 per kilogram kini naik menjadi Rp22.000.
Selain itu, empon-empon seperti jahe, kunyit, kencur, lengkuas, dan tanaman rimpang lainnya juga merangkak naik, mencapai Rp40.000 per kilogram dan per bungkusnya mencapai Rp5.000. Sedangkan, cabai mengalami penurunan harga.
“Cabai sebelumnya sempat menyentuh Rp70.000 per kilogram, sekarang turun menjadi Rp50.000 per kilogram,” tambah Inem.
Sementara itu, harga tomat terpantau stabil di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram bersamaan dengan tahu dan tempe yang masih dijual dengan harga normal tanpa ada kenaikan signifikan.
Meski adanya kenaikan pada sejumlah sayuran, Inem menyebut, harga bawang merah justru mengalami penurunan.
“Bawang merah sebelumnya kisaran dari Rp45.000 menjadi Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram kalau bawang putih masih bertahan di kisaran harga Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram,” tutupnya.
Kenaikan harga sayuran ini diperkirakan masih bisa berubah, tergantung pada kondisi cuaca yang saat ini masih tidak menentu.(*)
