Paser

Festival Budaya Taka ke-3: PT Kideco Jaya Agung Gaungkan Warisan Budaya Paser

Avatar photo
Oleh Redaksi
Ukuran Font
Kecil Besar

PASER – Arena MTQ Putri Petung di Kecamatan Tanah Grogot kembali semarak dengan gelaran Festival Budaya Taka Paser ke-3 yang diselenggarakan oleh PT Kideco Jaya Agung pada Sabtu (21/12/2024).

Festival ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kalimantan Timur.

Empat cabang perlombaan menjadi daya tarik utama acara ini, yaitu, Sempuring, Tari Kreasi Kedalaman, Band Etnik, dan vokal solo lagu daerah. Penambahan cabang lomba Sempuring pada edisi tahun ini semakin menambah kemeriahan acara.

Menurut Arif Kayanto, Direktur Legal and Corporate Affairs PT Kideco Jaya Agung, festival ini bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Paser kepada generasi muda.

“Festival ini adalah bentuk upaya kami mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan memahami adat budaya Paser,” ujarnya kepada jurnalborneo.com.

Arif Kayanto, Direktur Legal and Corporate Affairs PT Kideco Jaya Agung
Arif Kayanto, Direktur Legal and Corporate Affairs PT Kideco Jaya Agung

Arif juga mengungkapkan kebanggaannya atas peningkatan jumlah peserta tahun ini. “Festival kali ini mengalami peningkatan jumlah peserta dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kami berharap tren ini terus berlanjut, dan acara ini semakin berkembang,” tambahnya.

PT Kideco Jaya Agung berkomitmen untuk terus menyempurnakan penyelenggaraan festival ini. “Kami mengadakan acara di ruang terbuka agar lebih inklusif dan menambah cabang lomba baru. Semoga acara ini semakin meriah setiap tahunnya,” jelasnya.

Lebih dari sekadar perlombaan, ia berharap festival ini menjadi wadah silaturahmi budaya bagi para pelajar di Kalimantan Timur. “Ini bukan sekadar lomba, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi kebudayaan antarpelajar se-Kalimantan Timur,” tuturnya.

IMG-20241222-WA0037

Harapan senada disampaikan oleh M. Yunus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi generasi muda, sekaligus menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk berkontribusi pada pengembangan seni dan budaya lokal.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin. Ini adalah momen penting untuk memberikan pendidikan seni dan budaya, serta menjadi wadah kreativitas bagi generasi muda,” ujar Yunus.

Ia juga menambahkan bahwa festival ini dapat meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat terhadap seni dan budaya Paser. “Semoga Festival Budaya Taka mampu memperkaya khasanah seni dan budaya Kabupaten Paser,” tutupnya.

Dengan semangat pelestarian budaya dan kolaborasi, Festival Budaya Taka ke-3 menjadi simbol kuat bagaimana tradisi lokal tetap hidup di tengah modernisasi. (aldi/titah)