SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, meminta Dinas Kesehatan meningkatkan edukasi dan penyuluhan terkait HIV di seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai pemahaman publik mengenai penularan HIV masih rendah, sehingga masyarakat rentan terhadap informasi yang tidak akurat.
Fuad menjelaskan, selama ini DPRD telah berupaya melakukan pendekatan melalui komisi untuk mendorong pemerintah daerah memperkuat edukasi kesehatan. Namun, ia menilai penyuluhan harus dilakukan lebih spesifik, terarah, dan menjangkau kelompok berisiko.
Menurutnya, Dinas Kesehatan tidak hanya perlu menggelar penyuluhan umum, tetapi juga menyediakan informasi yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Masyarakat itu harus tersampaikan dengan informasi-informasi yang spesifik,” tegasnya Senin (1/12/2025).
Fuad juga meminta agar pemerintah melakukan deteksi dini di berbagai wilayah untuk mengetahui tingkat penyebaran secara real-time. Ia menilai langkah ini penting untuk mencegah penyebaran lebih luas dan mengurangi keresahan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Kesehatan,m dan instansi lain untuk memperkuat upaya mitigasi.
“Pencegahan lebih efektif dilakukan sebelum kasus meningkat lebih jauh,” tambah Fuad.
Selain itu, Fuad juga menyoroti perlunya pendekatan edukatif yang menyentuh kalangan muda. Ia menilai perubahan gaya hidup dan pergaulan menjadi faktor pemicu meningkatnya kasus HIV di Kaltim.
“Sebagian besar ini diakibatkan pergaulan yang salah dan penyimpangan seksual,” ujarnya.
Fuad menyebut, penyuluhan masif dan deteksi dini merupakan langkah penting agar masyarakat lebih memahami risiko HIV serta tidak terjebak pada informasi keliru. Ia berharap pemerintah bergerak cepat.
“Kami minta ini ditangani serius supaya kekhawatiran masyarakat, khususnya orang tua, bisa berkurang,” tutupnya.(Adv/Jal)
