PENAJAM – RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini memiliki CT-Scan 64 slice yang resmi diperkenalkan untuk mendukung pelayanan diagnostik. Alat tersebut dapat ditingkatkan kapasitasnya hingga 128 slice dan diproyeksikan menangani hingga 20 pasien setiap hari.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan fasilitas tersebut. Menurutnya, kehadiran CT-Scan menjadi tambahan penting bagi rumah sakit daerah dalam meningkatkan kemampuan pelayanan medis.
“Kami bersyukur sekali dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan adanya bantuan yang namanya CT-Scan. Bagaimanapun juga itu sangat dibutuhkan, khususnya untuk rumah sakit umum,” kata Abdul Waris Muin saat peresmian CT-Scan di RSUD Ratu Aji Putri Botung, Senin (31/8/2026).
Ia menilai keberadaan fasilitas ini akan memberikan kemudahan bagi warga PPU yang membutuhkan pemeriksaan dengan CT-Scan. Selama ini, pasien yang memerlukan pemeriksaan tersebut harus mendapatkan layanan di rumah sakit lain.
“Harapannya masyarakat PPU tidak lagi memerlukan waktu ke Balikpapan atau ke rumah sakit lain, karena sudah dilengkapi dengan RSUD Ratu Aji Botung,” ujarnya.
Dari sisi medis, dokter spesialis RSUD Ratu Aji Putri Botung, dr. Abdul Haris, mengatakan CT-Scan tersebut memiliki kemampuan yang baik untuk membantu diagnosis berbagai kondisi, dengan stroke menjadi salah satu kasus yang paling membutuhkan pemeriksaan cepat.
“Alat ini mempunyai tingkat sensitivitas, spesifisitas yang bagus untuk mendiagnosis khususnya kasus-kasus stroke,” kata Abdul Haris.
Selain stroke, pemeriksaan menggunakan CT-Scan juga dapat membantu penanganan pasien dengan gangguan jantung serta korban kecelakaan. Pada kasus trauma kepala, alat tersebut dapat digunakan untuk melihat kemungkinan adanya pendarahan di otak.
“Demikian juga kasus-kasus trauma, trauma seperti trauma kecelakaan ini, semua akan dilihat apakah ada pendarahan di otak atau tidak. Ini alatnya sangat cepat dan tepat,” jelasnya.
Abdul Haris menyebut kemampuan tersebut menjadi penting mengingat kasus kecelakaan dengan trauma kepala cukup banyak ditangani di PPU.
“Yang paling bagus itu adalah ini, stroke. Kasusnya paling banyak stroke. Trauma, terutama trauma capitis,” ujarnya.
Untuk operasionalnya, rumah sakit telah menyiapkan sekitar 12 tenaga yang dapat bertugas secara bergantian. Sebagian operator masih mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengoperasikan peralatan tersebut.
“Sementara ini sebagian masih dilatih, karena sudah lama kita tidak punya alat secanggih ini, makanya mereka harus upgrade lagi keilmuannya,” ungkap Abdul Haris.
Sementara itu, pemanfaatan CT-Scan untuk pasien BPJS Kesehatan masih dalam tahap komunikasi dengan pihak terkait. Rumah sakit berharap layanan tersebut dapat masuk dalam pembiayaan BPJS sehingga penggunaannya dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan BPJS bisa melihat bahwa kemampuan rumah sakit kita ini sudah bisa dan mereka bisa membiayai sehingga ini bisa berlangsung,” harapnya.
Dengan dukungan alat baru tersebut, RSUD Ratu Aji Putri Botung tidak hanya menambah kelengkapan fasilitas diagnostik, tetapi juga memperkuat kapasitas rumah sakit dalam menangani kasus yang membutuhkan pemeriksaan cepat dan akurat.(Adv)
