TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih secara langsung menyampaikan permohonan kepada Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Anthony, untuk memperpanjang durasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Berau.
Permintaan itu disampaikan saat penyambutan kunjungan kerja Menhut di Bandara Kalimarau, Rabu 26 Agustus 2026.
Sri Juniarsih menyebut, penyebaran hujan buatan yang telah dilakukan sebelumnya belum mampu memicu hujan secara merata di seluruh kecamatan.
Sementara cuaca panas dan kering masih menyelimuti sejumlah titik rawan, sehingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menurunkan kualitas udara.
“Kondisi ini memaksa kami mengambil kebijakan tegas. Dampak cuaca ekstrem sempat membuat Pemkab menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi pelajar, untuk mengantisipasi gangguan kesehatan,” ujar Sri Juniarsih.
Ia menegaskan, keberlanjutan penyemaian awan melalui OMC menjadi instrumen utama saat ini untuk mempercepat terjadinya presipitasi di titik-titik yang masih kering.
“Saya meminta secara khusus kepada Menhut, agar OMC dapat ditambah durasi harinya,” tegasnya.
Bupati juga menekankan bahwa penanganan dampak cuaca tidak bisa dilakukan parsial. Dibutuhkan sinergitas dan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
“Sehingga harapannya langkah penanganan dampak cuaca ini berjalan optimal,” tuturnya.
Sri Juniarsih berharap permohonan yang disampaikan saat momentum kunjungan kerja Menhut ini ke Berau, segera ditindaklanjuti.
“Mudah-mudahan permintaan ini bisa dipertimbangkan,” pungkasnya. (adv)
