SAMARINDA– Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Samarinda masih membutuhkan partisipasi lebih luas dari masyarakat. Hingga pertengahan 2026, capaian program tersebut baru berada di angka 6,78 persen.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Budy Setyawan, mengatakan capaian tersebut masih berada di bawah target tahunan yang ditetapkan pemerintah.
Meski demikian, ia melihat adanya tren positif karena jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan CKG terus bertambah dari bulan ke bulan.
“Alhamdulillah ada peningkatan. Kalau tahun 2025 capaian kita 15,29 persen. Tahun ini masih berjalan dan sekarang sekitar 6,78 persen,” katanya usai kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II Tahun 2026 di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (3/6/2026).
Menurut Budy, pemerintah menargetkan peningkatan cakupan layanan kesehatan gratis secara bertahap dalam lima tahun ke depan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.
Ia berharap masyarakat tidak menunda pemeriksaan kesehatan karena seluruh layanan diberikan tanpa biaya di puskesmas.
“Datang saja ke puskesmas. Bisa langsung atau melalui WhatsApp. Sampaikan ingin mengikuti Cek Kesehatan Gratis dan akan dilayani petugas,” ujarnya.
Budy menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini, terutama bagi masyarakat yang selama ini jarang mengakses fasilitas kesehatan.
“Kadang orang merasa sehat, padahal ada faktor risiko yang belum diketahui. Karena itu pemeriksaan rutin penting dilakukan,” tandasnya.
