Pontianak

BPBD Kalbar Ingatkan Siapkan Mitigasi Bencana Cegah Karhutla

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

PONTIANAK – Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat patroli darat dan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.

Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan bahwa peningkatan patroli dilakukan sejak awal adanya prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

“Kita sudah meningkatkan patroli darat di seluruh kabupaten dan kota sejak adanya perkiraan BMKG. Langkah ini untuk mencegah, bukan menghilangkan karhutla, karena itu perlu dilakukan mitigasi secara menyeluruh,” jelas Daniel saat dihubungi via telepon di Pontianak, Kalbar, Selasa (13/5/2025).

Daniel menjelaskan, mitigasi karhutla dilakukan melalui dua pendekatan: struktural dan nonstruktural. Mitigasi nonstruktural meliputi regulasi dan edukasi masyarakat seperti kampanye publik, imbauan, serta larangan membakar lahan yang berpotensi menimbulkan asap.

“Regulasi ini harus ditegakkan sampai ke akar rumput. Harus disosialisasikan, diawasi pelaksanaannya, dan ada penindakan jika dilanggar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan regulasi, terutama Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengolahan Lahan Berbasis Kearifan Lokal, tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor, termasuk TNI, Polri, dan Satpol PP di tingkat kabupaten dan kota.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan langkah mitigasi struktural, seperti rekayasa cuaca. Langkah ini akan dilaksanakan jika status siaga bencana asap ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Rekayasa cuaca akan kita laksanakan bekerja sama dengan BMKG dan BNPB jika kondisi memang sudah memungkinkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Daniel menyebut sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga telah melaksanakan mitigasi fisik, seperti pembangunan parit dan embung oleh Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, dan Balai Sungai Wilayah I Pontianak.

Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisasi dampak karhutla di Kalimantan Barat, yang kerap terjadi saat musim kemarau dengan curah hujan rendah dan suhu udara tinggi.(*)