SAMARINDA – Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur menggelar seminar Export Kaltimpreneurs dengan tujuan untuk menyampaikan pentingnya dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kaltim yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda, Senin (24/6/2024).
Kegiatan ini juga dihadiri pelaku UMKM di Kaltim baik seraca daring maupun luring, tema seminar ini adalah “From Local to Global” dengan maksud memberikan peluang ekspor Kaltim unggulan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto mengungkapkan pentingnya seminar ini dalam memberikan informasi lengkap kepada UMKM mengenai kondisi pasar ekspor saat ini. Bank Indonesia juga menggandeng instansi terkait untuk memajukan UMKM di Kaltim dalam hal ekspor.
“Adanya Export Kaltimpreneurs tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kerjasama di Kaltim, UMKM akan diedukasi agar mengerti regulasi barang dan makanan yang bisa diekspor,” ucapnya.

Program ekspor Kaltimpreneurs yang dilaksanakan sejak tahun 2021 telah berhasil mencetak banyak eksportir dari Kaltim. Tahun ini, program tersebut akan dilanjutkan dengan seleksi UMKM yang berpotensi ekspor, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produk mereka.
“Dalam menghadapi pasar global, UMKM harus mampu menyesuaikan produk mereka dengan standar internasional sesuai permintaan pasar luar negeri,” jelasnya.
Sementara itu, kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Provinsi Kaltim, Heni Purwaningsih, melalui UPTD Kepala Pelatihan Koperasi, Zainuddin Fanani menyebutkan nilai ekspor Kaltim pada periode Januari hingga Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 25,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor non-migas dan non-batubara juga mengalami penurunan sebesar 21,7%.
“Upaya peningkatan ekspor produk non-migas di Kaltim menjadi prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Ia mengatakan ekspor UMKM Kaltim sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Melalui ekspor, UMKM di Kaltim dapat meningkatkan pendapatan devisa negara, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong inovasi dan peningkatan kualitas produk.
“Keberhasilan UMKM dalam ekspor juga berdampak positif pada pengembangan infrastruktur logistik dan lingkungan bisnis,” tutupnya.
