BALIKPAPAN — Menyambut Milad ke-109, Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Timur menggelar edukasi kesehatan bagi ratusan pelajar dan santri di Balikpapan, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pencegahan anemia, stunting, serta pentingnya menjaga kesehatan mental.
Sebanyak 100 siswa SMA Negeri 8 Balikpapan mengikuti sesi edukasi tentang anemia dan stunting yang disampaikan Ketua Majelis Kesehatan PWA Kaltim sekaligus akademisi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Ns. Tri Wahyuni, M.Kep., Sp.Kep.Mat., PhD.
Tri Wahyuni menjelaskan bahwa anemia pada remaja umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kondisi tersebut sering dipengaruhi pola makan yang kurang seimbang, kebiasaan memilih makanan tertentu (picky eater), minimnya aktivitas fisik, pola tidur yang tidak teratur, serta rendahnya pemahaman tentang gizi.
“Banyak remaja saat ini menjadi picky eater sehingga asupan zat besinya rendah. Hal ini diperparah dengan kurangnya aktivitas fisik, pola tidur yang buruk, serta minimnya pengetahuan tentang makanan sehat,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh, menyebabkan kelelahan, serta mengganggu konsentrasi belajar yang berdampak pada prestasi akademik. Remaja putri menjadi kelompok yang lebih rentan karena mengalami menstruasi setiap bulan.
Untuk mencegah anemia sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini, Tri mendorong remaja putri agar rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
“Konsumsi tablet penambah darah secara teratur setiap pekan akan sangat membantu mencegah anemia pada remaja,” katanya.

Tekankan Pentingnya Support System
Usai kegiatan di sekolah, edukasi dilanjutkan di Pondok Pesantren Terpadu Mujahidin yang diikuti lebih dari 300 santri. Pada kesempatan tersebut, pakar keperawatan jiwa dari Rumah Sakit Jiwa Atma Husada, Ns. Linda Dwi Novial Fitri, M.Kep., Sp.Kep.J., PhD, membahas pentingnya kesehatan mental remaja.
Linda menjelaskan bahwa kesehatan mental dapat terjaga apabila lingkungan pendukung atau support system berfungsi secara optimal. Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang berperan dalam pembentukan kesehatan mental remaja, yakni keluarga, sekolah atau pesantren, dan teman sebaya.
“Setiap elemen memiliki peran yang berbeda. Namun pada prinsipnya, bagaimana semua pihak dalam support system ini mau memahami karakter remaja yang fase psikologisnya masih terus berkembang,” jelasnya.
Antusiasme Peserta Tinggi
Kedua kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Antusiasme terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Panitia juga membagikan berbagai doorprize kepada peserta yang aktif berpartisipasi.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur, Nurhayati Tapa, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung lahirnya generasi muda yang sehat dan berkualitas.
“Ini bagian upaya kontribusi PW Aisyiyah Kaltim mencetak generasi penerus bangsa yang bukan saja cerdas, tetapi harus sehat secara fisik maupun mentalnya,” tuturnya.(mn)
