BONTANG – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) diusulkan untuk kembali dijalankan di Kota Bontang oleh Anggota Komisi C DPRD Bontang, Yassier Arafat. Ia menilai program ini dapat menjadi solusi pengembangan kawasan kumuh serta mendorong potensi pariwisata lokal.
“Kami anggota di Komisi C mendorong pengembangan salah satu kawasan kumuh di Kota Bontang,” ucapnya, Rabu (4/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa program ini sebelumnya berada di bawah kementerian tertentu, namun kini berada di bawah Direktorat Bina Cipta Karya, khususnya bidang pengembangan kawasan permukiman.
“Anggarannya dari pusat pun sebenarnya masih tersedia dan itu besar,” sebutnya.
Yasser menyebut bahwa dokumen Detail Engineering Design (DED) telah tersedia, bahkan anggaran dari pemerintah pusat masih ada. Namun, program ini belum berjalan, karena kurangnya koordinasi dari kementerian terkait ke pemerintah daerah.
“Saat ini saya khawatir, program Kotaku bisa terhenti atau tidak berjalan optimal kalau tidak segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Yassier mengungkapkan, kawasan Selambai kini telah berkembang menjadi destinasi wisata lokal, berkat dukungan program yang serupa di masa lalu.
Saat ini, Selambai dilengkapi dengan Masjid Terapung, yang menjadi magnet wisata masyarakat. Maka dari itu, Ia meminta kepada Pemerintah Kota Bontang, agar program Kotaku bisa diaktifkan kembali.(Adv/Do)
