Utama

Upayakan Memulangkan ODGJ ke Kampung Halaman, PSM Mohammad Hanafi Berjalan Sendiri

Avatar photo
Oleh Munanto
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Sudah hampir 3 Minggu lebih YK di rumah sakit jiwa (RSJ) Atma Husada Mahakam, sejak dievakuasi oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Sempaja Selatan, Mohammad Hanafi.

YK adakah seorang pekerja toko bangunan di Tanjung Redeb yang berniat pulang ke kampung halaman, namun karena terganggu kejiwaannya akhirnya oleh pengemudi travel yang membawanya diturunkan di jalan Abdul Wahab Sjahranie depan jalan Modang (Komplek Perumahan Dosen Universitas Mulawarman) 4 Minggu lalu.

Selama hampir seminggu dia terdampar karena selain tidak mengetahui mau kemana, juga kejiwaannya sedang terganggu. Beberapa kali pihak warung melaporkan agar YK di evakuasi. Dan sempat dibawa pihak kepolisian namun tidak lama kemudian kembali lagi.

“Pada waktu awal informasi masuk ke saya yang melapor Ketua RT. 23 Sempaja Selatan, Drs. H. Sumijan lewat telepon, menginformasikan ada orang gila terlantar di warung tenda. Saya cek. Pas kesana informasi dari pemilik pemilik warung meminta bantuan untuk dilakukan penanganan, paling tidak pindahkan karena cukup mengganggu.” ucap Mohammad Hanafi, anggota Ikatan Pekerjaan Sosial Masyarakat (IPSM) Kelurahan Sempaja Selatan, kecamatan Samarinda Utara, kota Samarinda, Jumat, 3 November 2023 kepada media ini.

Muhammad Hanafi, PSM Kelurahan Sempaja Selatan.
Muhammad Hanafi, PSM Kelurahan Sempaja Selatan.

Upaya melakukan evaluasi terhadap YK juga tidak mudah, Karena lebih dua kali YK telah dievakuasi ketempat lain, dan tetap kembali ke warung tenda tersebut. “Info dari pihak warung pertama dibawa oleh Pihak patroli kepolisian dari Samarinda Ulu, namun tetap kembali, dan kedua dibawa oleh pihak kepolisian dari Samarinda Utara juga besoknya YK masih kembali lagi ke warung tersebut.” kisah Hanafi.

Melihat kondisi YK khawatir terjadi sesuatu, Mohammad Hanafi yang pernah menjabat sebagai  ketua selama 17 tahun ini melakukan tindakan mengevakuasi YK ke rumah sakit jiwa (RSJ) Atma Husada Mahakam Samarinda dibantu ambulance POKDAR kecamatan Sungai Pinang. “Khawatir terjadi sesuatu, maka kami minta bantu untuk dibawa ke rumah sakit jiwa, dibuntun ambulance POKDAR Sungai Pinang,” ucapnya.

Saat tiba di rumah sakit jiwa Atma Husada Mahakam, di sana tidak bisa langsung diterima jika tidak ada penanggung jawabnya. Oleh pihak rumah sakit didiamkan kalau tidak ada yang menandatangani sebagai penanggungjawab. Dan Hanafilah memberanikan diri menandatangani surat pernyataan sebagai penanggung jawab atas diri pasien YK yang dirawat.

DITELUSURI ASAL USUL YK

Berdasarkan informasi dari pihak RSJ Atma Husada klien atas nama YK ternyata memiliki identitas KTP. Tertera beralamat di Jalan Diponegoro I RT.03, Desa Karang Ambon, kecamatan Tanjung Redeb kabupaten Berau memiliki BPJS Ketenagakerjaan juga, pekerjaan sebagai buruh harian.

Muhammad Hanafi berusaha ingin memulangkan YK ke keluarganya, namun masih terkendala kemana mesti memulangkannya. Akhirnya Hanafi kembali mendatangi warung dimana YK ditemukan. Dari pemilik warung itulah ada ditinggal nomor hp seseorang yang ternyata masih keponakan YK yang saat ini bekerja di Muara Wahau.

Upaya menggali informasi pun dilakukan Hanafi, berkali-kali kontak ke nomor hp yang diberikan pihak warung tidak direspon. Ditelpon tidak diangkat, baru dua hari kemudian dibalas wa yang dikirimnya.

“Informasi dari pemilik warung, waktu itu ada seorang muda yang datang menemui YK, bilangnya keponakannya yang saat itu mengambil cuti dan berniat membawa YK pulang, entah apa penyebabnya setelah mereka berkomunikasi terjadi keributan, keponakannya dipukul YK dan khawatir terjadi sesuatu keponakannya pergi dan kembali ke Muara Wahau dan menitipkan nomor HP,” ungkap Hanafi.

Saat bisa berkomunikasi dengan keponakan YK, baru dapat informasi bahwa YK berasal dari Kelurahan Maubeli, kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari sini terkuak Asal daerah dari YK. Akhirnya perjuangan upaya memulangkan YK pun dijalankannya. Karena ketidaktahuan kemana mesti mencari jalan akhirnya mencari informasi ke Adiknya, Fia (aktivis rumah singgah Icare) yang direkomendasikan untuk kontak dengan PWI Kaltim Peduli.

Namun di luar itu, upaya Hanafi mencarikan jalan agar bisa memulangkan YK, pun dilakukan. Antara lain mendatangi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda.

“Saat ke dinas sosial informasi dari pegawai yang menerima disampaikan tidak ada anggaran untuk memulangkan ODGJ ke daerah asalnya, dan disarankan menemui pak Fuad di Dinas Sosial Provinsi Kaltim, disana informasinya ada anggaran ABT bisa digunakan untuk membantu biaya pemulangan ODGJ. Akhirnya saya pun mendatangi Dinas Sosial provinsi Kaltim, dan baru dijanjikan untuk ketemu pada Senin, 6 November nanti,” jelas Hanafi yang saat ini maju sebagai Caleg dari Partai Gelora Dapil Samarinda Utara dan Sungai Pinang.

“Saya Telepon ibu Sugas Ketua IPSM Kota Samarinda ibu Sugaswati, tidak diangkat, alasannya kena covid, rencana mau konsultasi.” jelasnya. 

Informasi dari rekan-rekan PSM kalau memulangkan ODGJ memang tidak ada anggarannya dari pemerintah, harus berusaha mandiri atau patungan. “Hasil komunikasi dengan pihak keluarganya di NTT mereka hanya sanggup menjemput di Bandara atau pelabuhan di Kupang, karena perjalanan dari Kupang hingga rumahnya di Kota Kefamenanu lebih dari 4 jam jalan darat.” ucap Hanafi.

Hanafi tidak menyerah, walau berjalan sendiri, masih punya keyakinan bisa memulangkan YK untuk bertemu keluarganya di Kota Kefamenanu. “Saya masih berusaha, sementara YK saya titip di RSJ hingga mendapatkan solusi pemulangan, karena jika dikeluarkan dari rumah sakit juga tidak ada tempat untuk menampungnya. Nanti jika mentok saya akan hubungi PWI Kaltim Peduli kembali,” pungkasnya.(mn)