KETAPANG – Kecelakaan kerja maut terjadi di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Ketapang pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden tersebut mengakibatkan dua karyawan perusahaan pihak ketiga meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan debu sisa pembakaran batu bara.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat empat orang pekerja tengah melakukan pembersihan pada cerobong pembuangan PLTU.
Salah satu korban selamat berinisial PEM (38) menceritakan bahwa kecelakaan bermula saat mereka sedang membuat lubang berdiameter satu meter untuk menembus bagian bawah cerobong. Secara tiba-tiba, debu sisa pembakaran yang berada di posisi atas runtuh dan menimpa para pekerja yang berada di bawahnya.
“Posisi kami ada yang di samping dan ada yang berada di bawah. Saat kami kerja secara tiba-tiba debu yang berada di atas runtuh,” ujar PEM kepada wartawan.
PEM menambahkan bahwa dirinya sempat tertimbun debu hingga setinggi leher namun berhasil menyelamatkan diri. Sayangnya, dua rekannya yang berada di posisi paling bawah tidak sempat menghindar dari material yang runtuh tersebut.

Tim SAR bersama pihak terkait segera melakukan proses evakuasi dan melarikan para korban ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Plt Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Feria Kowira, mengonfirmasi data pasien hingga pukul 21.00 WIB.
Berdasarkan laporan medis dan pantauan lapangan, kondisi korban meninggal Dunia: JN (35), warga Mekar Sari (Sindur), dan RN (32), warga Sukabangun Dalam RT 13. Sedangkan korban selamat PEM (38) dan HR (30), keduanya warga Sukabangun Dalam RT 1, yang diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan medis.
Korban terakhir berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian pada pukul 22.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya material di dalam cerobong tersebut. Belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai prosedur keselamatan kerja yang diterapkan saat kejadian.
Redaksi telah berupaya menghubungi pihak manajemen PLTU Sukabangun untuk meminta konfirmasi, namun hingga saat ini manajemen belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden kecelakaan kerja tersebut.(*)
