Samarinda

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Pemkot Samarinda Gelar Gebyar UKM 2024

Avatar photo
Oleh Ana
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Gebyar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Samarinda Street Food Festival 2024 di halaman parkir Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening telah dibuka oleh Wali Kota Samarinda, Rabu (10/7/2024).

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dari 11-14 Juli 2024, dengan menghadirkan lebih dari 80 UKM Kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan bahwa ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan visi Kota Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban.

Pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda pada tahun 2023 mengalami peningkatan signifikan, mencapai 8,62% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 6,6%. Dengan capaian ini, Samarinda berpotensi menjadi pusat pertumbuhan semua sektor, termasuk UMKM di bidang kuliner.

“Apa yang ditampilkan dalam kegiatan ini menggambarkan pembangunan di Samarinda terus maju dan berkembang,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program dan kegiatan Pemerintah Kota di semua sektor agar dapat meningkatkan perekonomian di Samarinda.

“Acara ini harus terus kita promosikan hingga menjadi agenda wisata kuliner populer di Samarinda,” ucapnya.

Pembukaan Gebyar UKM dan Samarinda Street Food 2024 (Titah/Jurnalborneo)
Pembukaan Gebyar UKM dan Samarinda Street Food 2024 (Titah/Jurnalborneo)

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskumi) Kota Samarinda, Nurrahmi mengatakan pihaknya telah melakukan pendaftaran untuk 45.149 UMKM. Jumlah UMKM yang bergerak dari tahun 2022 hingga 2023 mencapai 37.493, dengan pertumbuhan wirausaha atau UMKM khusus pada tahun 2023 mencapai 17.086.

“Alhamdulillah Samarinda melebihi target 10.000 yakno ke posisi 17.086,” ucap perempuan yang sering disapa Yama tersebut.

Ia menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 84 stan atau peserta yang terdiri dari 10 kecamatan, komunitas otomotif, kuliner, dan fashion. Diskumi juga menyediakan informasi untuk mendapatkan sertifikat halal dari Kementerian Agama, Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Untuk pengunjung yang memiliki usaha, bisa konsultasi karena informasi sudah kami sediakan,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa produk lokal UKM Samarinda kini telah dibawa ke pasar nasional, termasuk ke Sarinah dan Yogyakarta, untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan eksposur.