Peristiwa

Sesar Aktif Penyebab Gempa di Berau, Warga Kalimantan Diharapkan Waspada

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

BERAU – Gempa susulan dengan kekuatan 2,4 magnitudo kembali mengguncang Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada Senin (24/9/2024) sekitar pukul 00.14 Wita. 

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, menjelaskan sumber gempa bumi di Indonesia ada dua faktor yaitu subduksi atau mega thrust dan sesar aktif atau patahan yang ada di daratan. 

“Meski di Kalimantan tidak ada subduksi seperti di Jawa atau sumatera bagian barat tapi gempa di Kalimantan seperti berau kemarin terjadi karena sesar atau patahan aktif namanya sesar mangkalihat yang ada di Semenanjung,” ujarnya kepada Jurnalborneo.com pada Senin (23/9/2024). 

Menurutnya, wilayah Kalimantan Timur, khususnya bagian timur, memang memiliki beberapa sesar aktif lainnya, seperti Sesar Tarakan yang pernah memicu gempa besar berkekuatan 6,5 SR pada tahun 1960. Selain itu, di Sangkulirang, ada Sesar Sangkulirang yang menyebabkan gempa besar pada 16 Mei 1921 dengan diperkirakan mencapai 7,0 SR dan bahkan menyebabkan tsunami kecil setinggi 1 meter yang menelan banyak korban di wilayah tersebut.

Jumlah gempa sususlan tanggal 15-20 September 2024
Jumlah gempa sususlan tanggal 15-20 September 2024

Dengan demikian, Rasmid menekankan bahwa Kalimantan bukanlah wilayah yang sepenuhnya bebas gempa. Ia mencatat, ada peningkatan aktivitas seismik di Kalimantan Timur. 

“Dari Januari hingga sekarang, sudah terjadi 185 gempa kecil yang terekam oleh alat kami, jauh lebih tinggi dibandingkan 46 gempa yang tercatat pada tahun 2023 lalu,” tambah Rasmid. 

Namun, ia menegaskan bahwa gempa tidak bisa diprediksi dengan pasti. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak jelas sumbernya.

Topik