PENAJAM — Tren penggunaan headset dalam waktu lama, sangat tidak disarankan. Dokter poli THT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung, dr. Richa Endah Prawesti, mengingatkan agar masyarakat, khususnya anak muda, lebih bijak menggunakan alat tersebut untuk menjaga kesehatan telinga.
Diterangkan secara medis, penggunaan headset yang berlebihan menjadi salah satu penyebab gangguan pendengaran pada usia muda.
“Kalau anak muda sekarang kan sering pakai headset berjam-jam dengan volume tinggi, padahal itu bisa merusak pendengaran secara perlahan,” ungkapnya, Kamis (30/10/2025).
Dijelaskan, berdasarkan anjuran Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL), penggunaan headset sebaiknya dibatasi maksimal 1 jam dalam sehari dengan volume tidak lebih dari 60 persen.
“Batas aman itu satu jam per hari, volume maksimal 60 persen. Kalau lebih dari itu, risiko gangguan pendengaran meningkat,” jelasnya.
Selain itu, paparan suara bising dalam waktu lama juga dapat menurunkan fungsi pendengaran. Suara di atas 80 desibel yang didengar lebih dari satu jam bisa memengaruhi sistem saraf pendengaran di telinga bagian dalam.
“Kalau sering terpapar bising seperti itu, saraf pendengaran bisa rusak. Jadi penting untuk memberi waktu istirahat bagi telinga,” tambahnya.
Dia mengingatkan, terutama untuk remaja, untuk lebih memperhatikan kesehatan telinga sejak dini agar tidak mengalami gangguan pendengaran di usia muda.(Adv/An)
