Samarinda

Sedekah Sampah Samarinda Bantu Rumah Singgah Kanker

Avatar photo
Oleh Jalia
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Tumpukan sampah yang biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir justru berubah menjadi bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan. Melalui program sedekah sampah yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, dana sebesar Rp7,5 juta disalurkan kepada Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda di Jalan Dr Soewondo, Jumat (29/5/2026).

Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bersama Dinas Sosial, pihak swasta serta sejumlah relawan lingkungan. Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026 sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.

Saefuddin Zuhri mengatakan kegiatan sedekah sampah menjadi bentuk kepedulian bersama antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta terhadap lingkungan sekaligus membantu warga yang membutuhkan dukungan sosial.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri (jalia/jurnalborneo)

Menurutnya, program sedekah sampah perlu terus dikembangkan karena selain membantu mengurangi timbunan sampah, hasil pengelolaannya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung rumah singgah, panti asuhan hingga masyarakat kurang mampu lainnya.

“Partisipasi masyarakat dalam program sedekah sampah mulai menunjukkan perkembangan positif meski masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda yang selama ini membantu pasien dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, terutama warga yang menjalani pengobatan rutin di rumah sakit sekitar Samarinda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso (jalia/jurnalborneo)

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan saat ini sedekah sampah dilaksanakan secara terpusat di Islamic Center Samarinda pada 31 Maret 2026 dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi pemerintah.

“Sampah yang selama ini dianggap residu ternyata mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu kegiatan sosial masyarakat,” ujarnya.

Peserta kegiatan berasal dari organisasi perangkat daerah, kecamatan, sekolah, rumah sakit, perbankan, hotel, bank sampah hingga masyarakat umum. Sejumlah instansi vertikal seperti pengadilan dan kepolisian turut berpartisipasi menyumbangkan sampah bernilai ekonomi.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama jajaran DLH Kota Samarinda, relawan lingkungan dan pasien Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda. (Jalia/jurnalborneo)

Dari kegiatan itu terkumpul sekitar 1.282 kilogram sampah plastik, 2.808 kilogram kertas dan kardus, 109 kilogram logam serta 487 liter minyak jelantah. Selain itu, ribuan rak telur, galon dan jerigen juga berhasil dikumpulkan untuk dikelola kembali.

“Program sedekah sampah tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat agar volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan,” tambah Suwarso.

Pemerintah Samarinda berencana memperluas pelaksanaan sedekah sampah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar jangkauan partisipasi masyarakat semakin luas serta manfaat sosial yang dihasilkan lebih besar.