BONTANG — RSUD Taman Husada Bontang lakukan upaya peningkatan layanan terapi gagal ginjal. Fasilitas ruang cuci darah yang sebelumnya dibenahi kini dinyatakan telah sesuai standar nasional, sekaligus membuka jalan bagi pengembangan layanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).
Hal itu disampaikan oleh Perwakilan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dr Astried Indrasari, usai melakukan peninjauan. Ia memastikan ruang hemodialisis (HD) rumah sakit tersebut telah memenuhi persyaratan teknis yang berlaku.
“Penataan ruangnya sudah ideal. Untuk satu unit tempat tidur HD diperlukan area minimal 8 meter persegi, termasuk jarak antar unit yang aman. Kondisi tersebut sudah terpenuhi di RSUD Taman Husada,” jelasnya.
Tak hanya itu, Astried juga menilai rumah sakit berhasil memperluas cakupan layanan dengan mulai menangani pasien CAPD. Metode ini menjadi alternatif terapi pengganti ginjal bagi pasien yang tidak menjalani hemodialisis rutin di rumah sakit.
“Sekarang sudah ada empat pasien aktif CAPD. Ini kemajuan yang patut diapresiasi, karena artinya pilihan terapi bagi pasien di Bontang semakin banyak dan lebih fleksibel,” ungkapnya.
CAPD memungkinkan pasien melakukan proses dialisis mandiri di rumah dengan supervisi tenaga medis, sehingga dinilai mampu meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup.
Dengan peningkatan fasilitas serta pembukaan layanan CAPD, RSUD Taman Husada Bontang disebut semakin siap menjadi salah satu rujukan layanan ginjal di wilayah Kalimantan Timur.
“Pemenuhan standar ruang HD dan hadirnya layanan CAPD memperkuat komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan dialisis yang aman dan berkualitas,” tutupnya..(Adv)
