Samarinda

Rektor Unmul Ajak 1.640 Wisudawan Menyiapkan Diri Bersaing di Pasar Kerja IKN

Avatar photo
Oleh Redaksi
Ukuran Font
Kecil Besar

SAMARINDA – Ribuan orang hadir pada momen Wisuda Gelombang III Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim), di GOR 27 September, pada Sabtu (23/9/2023).

Sebanyak 1.640 mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti wisuda gelombang III. Acara ini merupakan momen penting mahasiswa dalam merayakan pencapaian akademisnya, yang mencakup lulusan dari berbagai tingkat pendidikan, seperti Diploma 3 (D3), Strata 1 (S1), Program Profesi, Strata 2 (S2), Spesialis, dan Strata 3 (S3).

Rektor Unmul, Abdunnur, dalam pidatonya menggarisbawahi pentingnya menghadapi tantangan di masa depan. Ia mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari sebuah perjalanan baru yang menantang. Abdunnur mendorong para alumni untuk memiliki motivasi dan semangat dalam memberikan manfaat dan kontribusi bagi masyarakat.

“Kita harus menyiapkan diri, harus memiliki daya saing yang tinggi, sehingga bisa memanfaatkan momen. Bisa terserap di pasar kerja IKN. Kita harus membangun kerja tim, yaitu membangun komunikasi agar semuanya bisa mengkomunikasikan segala sesuatu,” ujar Abdunnur dalam pidatonya.

Suasana Wisuda Gelombang III Universitas Mulawarman (Unmul).
Suasana Wisuda Gelombang III Universitas Mulawarman (Unmul).

Abdunnur juga mengajak Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul untuk aktif dalam membangun jaringan yang kuat di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan agar memberikan kontribusi positif dalam memajukan Unmul.

“Tidak ada perguruan tinggi manapun yang terbaik dan yang terhebat di mana pun di Indonesia. Mereka hebat karena alumninya. Alumninya memiliki komitmen. Sumpah wisudawan tadi, bagi saya, memberikan janji dan integritas, yaitu bagaimana  bersama-sama bergandengan tangan untuk memajukan almamater  Unmul,” tegasnya.

Diharapkan seluruh wisudawan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi daerah, bukan hanya dengan mencari peluang kerja untuk diri sendiri, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya.

“Yang kami inginkan adalah mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” tandasnya.