SAMARINDA – Dalam rangka mendorong pembangunan Kalimantan Timur (Kaltim), Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar Kaltim (PW KBBKT) bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Samarinda Korwil Kaltim mengadakan Dialog Publik di Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi Lantai 3, Kampus Universitas Mulawarman, Gunung Kelua, Samarinda pada Senin (19/8/2024).
Ketua Panitia Acara H Eddy Kuswadi mengatakan kegiatan ini untuk membahas perkembangan Kaltim ke depan, terutama dalam hal ekonomi dan pembangunan daerah.
“Kolaborasi ini diinisiasi oleh Ketua Umum PW KBBKT Dr Insinyur Haji Irianto Lambrie, bersama Ketua ISEI Kaltim Profesor Doktor H Supian,” ujar Eddy yang juga menjabat sebagai Ketua Umum 5 KBBKT kepada Jurnalborneo.com di sela acara.
Selain itu, dia menyebut, acara ini bertujuan mengajak seluruh warga Kaltim tanpa memandang asal suku atau daerah agar bersama-sama memikirkan masa depan Kaltim yang lebih maju. Sehingga mengembangkan apa yang sudah ada dan meningkatkan kesejahteraan di Kaltim.
Dialog ini dihadiri sekitar 300 peserta, terdiri dari akademisi, para pejabat, ketua paguyuban dosen, LSM, tokoh masyarakat, serta mahasiswa.
Dia berharap, para peserta dapat mengintegrasikan ilmu-ilmu yang diperoleh di kampus dengan diskusi-diskusi bermanfaat untuk masa depan Kaltim setelah mengikuti acara ini.

Ketua PW KBBKT Irianto Lambrie menyoroti beberapa hal penting yang harus menjadi fokus pembangunan Kaltim ke depan, antara lain peningkatan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pembukaan lapangan kerja. Dia menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi, pengelolaan lingkungan, serta otonomi daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk memastikan pembiayaan pembangunan yang memadai.
Lebih lanjut, dia menggarisbawahi pentingnya kesiapan menghadapi persaingan global. Penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing, dan pembangunan jaringan (networking) adalah kunci memenangkan persaingan tersebut.
“Kita harus membangun keunggulan SDM, tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga perlu inisiatif dari setiap individu dan keluarga untuk mempersiapkan generasi yang mampu bersaing,” ujarnya.
Melalui acara ini, dia berharap, menjadi langkah awal dalam membentuk kebijakan-kebijakan yang lebih baik untuk Kaltim ke depan, serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pembangunan daerah.


Ketua PW KBBKT Irianto Lambrie menyoroti beberapa hal penting yang harus menjadi fokus pembangunan Kaltim ke depan, antara lain peningkatan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pembukaan lapangan kerja. Dia menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi, pengelolaan lingkungan, serta otonomi daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk memastikan pembiayaan pembangunan yang memadai.
Lebih lanjut, dia menggarisbawahi pentingnya kesiapan menghadapi persaingan global. Penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing, dan pembangunan jaringan (networking) adalah kunci memenangkan persaingan tersebut.
“Kita harus membangun keunggulan SDM, tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga perlu inisiatif dari setiap individu dan keluarga untuk mempersiapkan generasi yang mampu bersaing,” ujarnya.
Melalui acara ini, dia berharap, menjadi langkah awal dalam membentuk kebijakan-kebijakan yang lebih baik untuk Kaltim ke depan, serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pembangunan daerah.
