Pontianak

Penonton Melampaui Ekspektasi, Polytron Pontianak International Challenge Dapat Sambutan Positif

Avatar photo
Oleh Destriadi Yunas
Ukuran Font
Kecil Besar

PONTIANAK – Polytron Pontianak International Challenge 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antarpebulu tangkis dari berbagai negara, tetapi juga menjadi panggung penting bagi atlet muda Indonesia untuk mengasah mental dan menambah pengalaman di level internasional.

Memasuki hari ketiga, persaingan turnamen semakin mengerucut. Para pemain Indonesia masih berupaya menjaga peluang untuk melangkah ke babak akhir sekaligus mengumpulkan poin ranking dunia.

Ketua Panitia Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengatakan pelaksanaan turnamen sejauh ini berjalan dengan baik.

Menurutnya, kejuaraan di Pontianak memberikan kesempatan berharga bagi pemain muda Indonesia untuk merasakan atmosfer pertandingan internasional secara langsung.

“Yang kami prioritaskan adalah bagaimana pemain-pemain Indonesia, terutama pemain muda, bisa mendapatkan pengalaman dan berprestasi,” ujar Yuni, di GOR Terpadu Ayani, Jalan MT Haryono, Pontianak, Kalbar, Kamis (27/8/2026).

Ia menambahkan, sejumlah pemain senior juga memanfaatkan turnamen tersebut untuk menjajal sektor permainan yang berbeda. Langkah itu dinilai dapat memperkaya pengalaman bertanding para atlet sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

Bagi PBSI, turnamen level International Challenge menjadi salah satu jalur bagi pemain muda untuk mengumpulkan poin ranking dunia. Tambahan poin tersebut diharapkan membantu mereka memperbaiki peringkat dan membuka peluang tampil di turnamen dengan level yang lebih tinggi.

Hingga hari ketiga, sejumlah wakil Indonesia masih bertahan di tengah persaingan dengan pemain dari Malaysia, Thailand, Chinese Taipei, Jepang, dan negara lainnya.

Yuni berharap para atlet dapat memaksimalkan kesempatan tersebut untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan jam terbang internasional.

“Kami tentunya ingin sebanyak mungkin wakil Indonesia tampil di lima partai final nanti,” katanya.

Selain performa para atlet, dukungan masyarakat juga menjadi warna tersendiri dalam penyelenggaraan turnamen. Yuni mengaku jumlah penonton yang hadir sejauh ini melampaui perkiraan panitia.

GOR Terpadu Ahmad Yani yang berkapasitas sekitar 1.700 penonton diprediksi semakin dipadati masyarakat ketika pertandingan memasuki babak semifinal dan final.

“Luar biasa. Bagi kami sebagai panitia penyelenggara, antusiasme penonton di luar dugaan,” ungkap Yuni.

Panitia pun mengajak masyarakat yang telah membeli tiket untuk hadir langsung ke arena pertandingan. Kehadiran penonton diyakini mampu membangun atmosfer yang lebih semarak sekaligus memberi pengalaman positif bagi para atlet.

Dengan dukungan publik yang terus meningkat dan persaingan menuju babak akhir yang semakin ketat, Polytron Pontianak International Challenge 2026 diharapkan menjadi momentum bagi atlet muda Indonesia untuk tampil kompetitif serta meraih prestasi di hadapan masyarakat Kalimantan Barat.