KETAPANG – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Ketapang menggelar nonton bareng (nobar) perdana film dokumenter Pesta Babi di Gedung Jeroen Stoop Payak Kumang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu malam (17/5/2026).
Kegiatan tersebut juga diisi diskusi singkat yang membahas isu lingkungan, sosial, serta peran masyarakat dalam menjaga ruang hidup.
Diskusi menghadirkan penggiat lingkungan Wendi Tamariska, Pastor Paroki Santo Agustinus Ketapang RP Vitalis Nggeal, CP, serta Erasmus Canaga Antunt. Jalannya diskusi dipandu Feri Hyang Daika.
Dalam diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan dan dampak sosial yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Ketapang Erasmus Canaga Antunt mengatakan, pemutaran film dokumenter Pesta Babi merupakan yang pertama kali digelar di Kabupaten Ketapang dan menjadi bagian dari program organisasi.
“Iya perdana dan nobar ini bertujuan untuk bersama-sama introspeksi diri serta selalu menjaga lingkungan di sekitar kita,” katanya.

Eras menegaskan kegiatan tersebut tidak bertujuan menyudutkan pihak atau instansi tertentu, melainkan sebagai sarana belajar bersama menjaga lingkungan, budaya, adat, dan kehidupan sosial masyarakat.
“Ini murni nobar tanpa menyudutkan instansi apapun. Semua ini untuk sama-sama belajar menjaga lingkungan terutama di Kabupaten Ketapang,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan. Sejumlah anak-anak dan kaum muda juga tampak mengikuti pemutaran film hingga selesai.
Selain peserta, aparat keamanan turut hadir melakukan pemantauan agar kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Film Pesta Babi merupakan dokumenter investigatif karya jurnalis Dandhy Laksono dan antropolog Cypri Dale yang diproduksi Watchdoc Documentary bersama sejumlah organisasi.
Film berdurasi sekitar 1,5 jam itu menyoroti konflik agraria, deforestasi, hingga dampak pembangunan proyek negara terhadap masyarakat adat di Papua Selatan.
