PONTIANAK – Pebulu tangkis muda Indonesia, Mayla Cahya Afilian Pratiwi, mengawali langkah positif di ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026. Mayla berhasil melewati babak 64 besar tunggal putri setelah menundukkan wakil India, Tanvi Reddy Andluri, dua gim langsung.
Dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Ayani, Jalan MT Haryono, Pontianak, Kalba, Rabu (26/8/2026), Mayla menang dengan skor 21-16, 22-20.
Mayla mengaku mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan sejak awal pertandingan. Ia menyebut persiapan latihan sehari sebelumnya turut membantunya membaca karakter lapangan.
“Tadi pertandingan pertama, saya lumayan cukup menguasai lapangan karena kemarin sudah latihan juga, sedikit banyak sudah tahu kondisi lapangan,” ujar Mayla.
Menghadapi permainan Tanvi yang memiliki serangan kuat, Mayla memilih bermain cepat dan berusaha membatasi kesempatan lawan memainkan bola-bola atas.
Namun, perjuangan Mayla semakin berat pada gim kedua. Setelah interval, lututnya sempat terbentur dan menimbulkan rasa nyeri.
Kondisi tersebut sempat membuat Mayla tertinggal 18-20. Namun, ia mampu bangkit dan merebut empat poin beruntun untuk mengunci kemenangan.
“Saya tidak memikirkan rasa sakitnya tapi fokus terus ke pola permainan,” katanya.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Mayla. Selain mengejar hasil terbaik di turnamen kandang, ia juga menjadikan ajang ini sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia Junior sekaligus upaya meningkatkan peringkat dunia.
“Turnamen ini sangat penting untuk saya, selain sebagai persiapan ke Kejuaraan Dunia Junior juga untuk meningkatkan ranking,” ujarnya.
Sementara itu, langkah pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo harus terhenti di babak 32 besar.
Menjadi pasangan baru, Lanny/Ester kalah dari unggulan ketiga asal Korea Selatan, Kim Yu Jung/Lee Yu Lim, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 13-21, 21-15, 13-21.
Ester mengakui pertandingan tersebut menjadi pengalaman baru baginya sebagai pemain ganda putri. Ia menilai kekalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.
“Ini pertandingan pertama saya sebagai pemain ganda dan banyak tantangannya. Hasil tadi saya ambil sebagai motivasi dan pelajaran ke turnamen berikutnya,” kata Ester.
Lanny menambahkan, mereka sempat kesulitan menemukan pola permainan pada gim pertama. Setelah interval, keduanya mampu bermain lebih sabar dan konsisten hingga merebut gim kedua.
Namun, performa tersebut tidak mampu dipertahankan pada gim penentuan.
“Di awal tadi kami masih meraba-raba polanya permainan dan masih banyak terburu-buru. Di gim kedua kami sudah dapat polanya dan bisa sabar serta konsisten menerapkan, tapi sayang di gim ketiga kami tidak bisa mempertahankan ritmenya,” ujar Lanny.
Menurut Lanny, secara chemistry pasangan baru tersebut sudah menunjukkan perkembangan positif dalam latihan maupun pertandingan. Namun, keduanya masih membutuhkan waktu untuk mematangkan pola permainan.
Dari pertandingan lainnya, pasangan Jepang Nijika Kamata/Maya Taguchi juga berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah mengalahkan pasangan Indonesia Jane Maira Faiza/Hani Miftasari. Nijika/Maya menang dua gim langsung 21-17, 21-11.
Maya Taguchi mengungkapkan keikutsertaannya di sektor ganda putri merupakan kesempatan yang ingin dinikmatinya. Selama ini, ia juga bermain di nomor ganda campuran.
Menurut Maya, karakter permainan ganda putri dan ganda campuran memiliki perbedaan yang cukup besar sehingga dirinya harus melakukan penyesuaian, termasuk dari sisi pola permainan dan cara berpikir.
“Di dalam diri saya sebenarnya saya ingin sekali main di ganda putri juga, tidak cuma di ganda campuran. Jadi untuk International Challenge kali ini, saya ingin enjoy saja sebisa mungkin untuk bermain di ganda putri,” tutur Maya.
Ia mengaku lebih rileks karena bermain bersama juniornya. Kondisi tersebut membuatnya bisa menikmati pertandingan tanpa terlalu terbebani hasil.
Maya juga menyebut sosok Yuta Watanabe sebagai salah satu figur yang sangat berpengaruh dalam perjalanan kariernya.
“Yuta Watanabe menurut saya adalah sosok yang paling hebat. Dia selalu memikirkan bagaimana saya bisa menjadi pemain hebat,” katanya.
