Advertorial

Lantik 3 Organisasi Pemuda, Wabup Gamalis Tekankan Dampak Nyata ke Masyarakat

Avatar photo
Oleh Redaksi
Ukuran Font
Kecil Besar

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis menghadiri pelantikan tiga organisasi kepemudaan di Ruang Rapat Sangalaki, Minggu (10/5/2026).

Tiga organisasi yang dilantik yakni Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kabupaten Berau, Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Berau, dan Pemuda Relawan Indonesia (PRI) Kabupaten Berau, untuk masa bakti 2026–2029.

Gamalis menegaskan, pemuda harus segera merumuskan program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar seremonial.

“Kita hari ini tidak boleh lagi terlena. Kaum muda harus segera bergerak, memberikan dampak terhadap peningkatan sumber daya manusia dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kontribusi pemuda sangat menentukan arah perubahan sosial di Berau. Ia menilai, pergeseran peran dari generasi lama menuju generasi muda harus menjadi momentum untuk memperkuat daya pikir, daya juang, dan semangat inovasi.

Kondisi ekonomi Berau yang masih bergantung pada sektor utama, perlu diantisipasi dengan menyiapkan sektor alternatif. Salah satunya melalui pengembangan UMKM dan kewirausahaan pemuda.

“UMKM hari ini menjadi contoh pembangunan di Kabupaten Berau. Mau tidak mau, suka tidak suka, ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Ia menyebut, sektor pariwisata dan usaha kreatif dapat menjadi peluang baru yang perlu dikembangkan organisasi kepemudaan. Pemerintah daerah, kata dia, membutuhkan keterlibatan aktif pemuda untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Di sisi lain, Gamalis juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Berau yang terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IPM Berau 76,71 pada 2023, naik jadi 77,17 pada 2024, dan kembali naik menjadi 77,72 pada 2025.

Capaian itu menempatkan Berau sebagai salah satu daerah dengan pembangunan manusia tertinggi di Kalimantan.

“Ini menunjukkan tren positif pembangunan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Tinggal bagaimana kita menjaga agar terus berkelanjutan,” jelasnya.

Gamalis berharap organisasi kepemudaan tidak hanya aktif secara seremonial, tetapi mampu menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang nyata. Ia juga mengapresiasi pengurus organisasi periode sebelumnya, atas kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Pemuda harus menjadi ujung tombak pembangunan Kabupaten Berau ke depan,” tandasnya. (adv)

Topik